Riset dan Inovasi jadi Daya Saing Global

Mia Chitra Dinisari
Rabu, 15 Mei 2024 | 17:25 WIB
Riset dan Inovasi jadi Daya Saing Global
Riset dan Inovasi jadi Daya Saing Global
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Potensi para pemimpin bisnis di masa mendatang dan para agen perubahan serta inovator di tanah air perlu digali.

Caranya dengan mengidentifikasi peluang dan menciptakan solusi yang tidak hanya menguntungkan perusahaan masing-masing, namun juga berkontribusi pada tujuan luas dalam memajukan inovasi untuk SDG.

Josephine Satyono Direktur Eksekutif IGCN menyatakan perlu pendekatan dan solusi baru dan inovatif terhadap dunia ekonomi.

"Dengan keterlibatan para talenta muda, dan mitra selama proses, kita pasti mampu mewujudkan inovasi-inovasi tersebut,” ujarnya.

Aditya Warman Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan Wakil Sekretaris Jenderal APINDO menyatakan untuk terus menemukan dan meningkatkan inovasi seperti ini, Pemerintah, Organisasi Internasional, dan Sektor Swasta harus memperkuat upaya untuk mewujudkan inovasi. 

Laksana Tri Handoko, M.Si. Kepala BRIN menyatakan salah satu elemen utama untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 yakni meningkatkan kapasitas riset dan inovasi untuk mencapai daya saing Indonesia di tingkat global.

Josephine  mengatakan karena itu Indonesia Global Compact Networks (“IGCN”) menggelar program Sustainable Development Goals Innovation (“SDGI”) Accelerator untuk Profesional Muda untuk mencapai target tersebut.

Program ini mencakup berbagai komponen seperti webinar internasional, lokakarya pelatihan lokal, pendampingan, studi kasus langsung, sesi interaktif dengan rekan kerja dan pakar, serta aktivitas riset.

Kegiatan-kegiatan tersebut dipusatkan pada pendekatan “belajar dan praktik secara bersamaan” yang menekankan pengalaman praktis dan berorientasi pada pemecahan masalah serta memanfaatkan peluang yang ada.

Para inovator muda ini dibimbing dan dipantau oleh para ahli untuk memberikan bimbingan dan dukungan selama proses berlangsung.

"Ini adalah kesempatan unik yang ditawarkan kepada para anggota dalam jaringan Global Compact Perserikatan Bangsa-Bangsa (“PBB”); untuk memberdayakan talenta muda dalam organisasi-organisasi tersebut agar dapat berkolaborasi dan mendorong inovasi bisnis yang selaras dengan prinsip-prinsip Sustainable Development Goals," tambahnya.

Dia mengatakan fokus dari program ini adalah pada pengembangan dan penerapan solusi inovatif melalui teknologi, inisiatif, dan model bisnis terbaru yang berkontribusi terhadap tujuan keberlanjutan perusahaan.

Y.W. Junardy salah satu Pendiri IGCN, Presiden Komisaris PT Rajawali Corporate menyatakan Program ini menawarkan kesempatan untuk berdiskusi dan menampilkan produk, layanan, investasi, atau proses dan pendekatan inovatif mereka, yang dirancang untuk meningkatkan peningkatan bisnis dan upaya bertahan di pasar saat ini.

"Program Akselerator SDGI 2024 akan menumbuhkan pemahaman dua arah yang lebih baik antara sektor publik dan swasta mengenai peluang dan tantangan yang terkait dengan inovasi di setiap industri pasar tempat mereka terlibat,” ujarnya.

Tahun ini, SDGI Accelerator melibatkan 16 tim inovator muda dari 15 perusahaan di seluruh tanah air. 


 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper