Data Pribadi Bocor, 7,6 Juta Pelanggan AT&T Terdampak

Newswire
Minggu, 31 Maret 2024 | 22:00 WIB
Data Pribadi Bocor, 7,6 Juta Pelanggan AT&T Terdampak. Seorang pejalan kaki melintas di depan gerai AT&T di Illinois, Amerika Serikat. (Bloomberg/Christopher Dilts)
Data Pribadi Bocor, 7,6 Juta Pelanggan AT&T Terdampak. Seorang pejalan kaki melintas di depan gerai AT&T di Illinois, Amerika Serikat. (Bloomberg/Christopher Dilts)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - AT&T Inc. melaporkan bahwa terjadi kebocoran terhadap data pribadi dari sekitar 7,6 juta pelanggan dan 65,4 juta mantan pelanggan perusahaan. Data pelanggan tersebut dibocorkan di dark web.

Seperti dilaporkan oleh Bloomberg, Minggu (31/3/2024), data yang bocor sekitar dua minggu lalu tersebut mencakup sejumlah informasi pribadi seperti nomor jaminan sosial dari para pelanggannya.

AT&T menyebutkan data yang bocor tersebut berasal dari tahun 2019 atau lebih awal.

Akan tetapi, AT&T mengaku masih menyelidiki sumber kebocoran data tersebut apakah berasal dari perusahaan atau vendor.

AT&T mengatakan pihaknya belum memiliki bukti akses tidak sah ke sistemnya, dan kebocoran tersebut tidak berdampak signifikan pada operasinya hingga Sabtu (30/3/2024. Fenomena itu membuat AT&T harus memproses ulang jutaan kata sandi akun pelanggan setelah kebocoran.

“Perusahaan berkomunikasi secara proaktif dengan mereka yang terkena dampak dan akan menawarkan pemantauan biaya dari kami jika memungkinkan,” menurut pernyataan itu.

AT&T adalah operator nirkabel ritel terbesar ketiga di AS, di belakang Verizon Communications Inc. dan T-Mobile US Inc. Perusahaan tersebut pada bulan Februari mengalami pemadaman listrik yang meluas dan membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikannya, sehingga memicu penyelidikan oleh pemerintah Amerika Serikat.

TechCrunch mengatakan pihaknya memberi tahu AT&T tentang kebocoran tersebut pada hari Senin dan mengadakan publikasi sampai perusahaan tersebut dapat mulai mengatur ulang kode sandi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Newswire
Sumber : Bloomberg
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper