Ada Gerhana Matahari Total, Idulfitri Diprediksi Ditetapkan di Tanggal Ini

Restu Wahyuning Asih
Rabu, 20 Maret 2024 | 09:41 WIB
Gerhana matahari total/timeandate.com
Gerhana matahari total/timeandate.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Gerhana Matahari Total akan terjadi pada 8 April 2024 di sebagian wilayah Bumi.

Fenomena alam ini diumumkan oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Di mana gerhana akan dimulai di Samudra Pasifik Selatan dan apabila cuaca memungkinkan, gerhana akan melintasi beberapa wilayah di benua Amerika.

Gerhana Matahari Total pertama kali akan melintas di Pantai Pasifik Meksiko, Amerika Selatan, sekitar pukul 11.07 waktu setempat.

Melansir dari Gulf News, seorang astronom asal Uni Emirat Arab (UEA) bernama Al Jarwan mengatakan Gerhana Matahari Total pada 8 April 2024 memiliki dampak tertentu.

Salah satunya adalah pengamatan bulan Sabit yang akan sulit dilakukan. Hasilnya, bulan Sabit pada Syawal baru akan terlihat keesokan harinya atau pada 9 April 2024 mendatang.

Hal ini juga menjadi rujukan bahwa kemungkinan lebaran atau 1 Syawal 1445 H akan jatuh pada 10 April 2024.

1 Syawal versi Muhammadiyah

Sebelumnya, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1445 H dengan metode hisab yang disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti pada (20/1/2024).

Idulfitri 1 Syawal oleh Muhammadiyah ditetapkan jatuh pada 10 April, Puasa Arafah 9 Zulhijah pada 16 Juni, serta Iduladha 10 Zulhijah 1445 Hijriah pada 17 Juni 2024.

1 Syawal Prediksi BMKG

Selain itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis informasi prakiraan hilal sebagai penentu awal bulan Syawal 1445 H.

Dalam keterangan yang dikutip dari situs resminya, secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Syawal 1445 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya adalah setelah Matahari
terbenam pada tanggal 9 April 2024.

Kemudian bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Syawal 1445 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 9 April 2024 tersebut.

"Ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 9 April 2024, berkisar antara antara 4,88 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 7,63 derajat di Sabang, Aceh," tulis keterangan BMKG.

Lebih lanjut berdasarkan elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 9 April 2024, berkisar antara 8,39 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 10,22 derajat di Sabang, Aceh.

Prediksi BMKG ini juga akan menjadi rujukan pemerintah untuk menentukan 1 Syawal 1445 H yang diselaraskan dengan kriteria MABIMS.

Yakni imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Sehingga diprediksi, pemerintah berdasarkan pemantauan BMKG akan menetapkan 1 Syawal 1445 H pada 10 April 2024 karena sudah memenuhi kriteria MABIMS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper