Pertumbuhan Pengguna Internet Indonesia 2024 Meningkat, tapi Belum Merata

Crysania Suhartanto
Rabu, 31 Januari 2024 | 16:26 WIB
Anak-anak Suku Boti mengakses smartphone di depan Ume Kbubu atau rumah bulat di Desa Boti, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (26/11/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Anak-anak Suku Boti mengakses smartphone di depan Ume Kbubu atau rumah bulat di Desa Boti, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (26/11/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah pengguna internet di Indonesia pada awal 2024 sudah menyentuh angka 79,5% atau meningkat 2,75% dari awal tahun 2023. Peningkatan secara yoy tahun inipun lebih tinggi dibandingkan periode 2022-2023 yang hanya sebesar 2,66%.

Riset dari Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) menemukan pada awal 2024 ini, sekitar 221 juta jiwa masyarakat Indonesia sudah terkoneksi internet. Adapun, pada 2023 jumlah masyarakat yang terkoneksi internet sebanyak 215 juta jiwa.

Ketua Umum APJII Muhammad Arif Angga mengungkapkan pencapaian ini adalah hasil kolaborasi yang kuat antara sektor swasta dan pemerintah dalam upaya memperluas akses internet di seluruh Indonesia. 

“Kami berharap bahwa peningkatan ini akan membawa manfaat besar bagi perkembangan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan,” ujar Arif.

Namun, Arif mengaku saat ini internet masih belum merata di seluruh penjuru negeri. Arif mengaku Pulau Jawa masih menjadi wilayah yang paling matang perihal pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan riset tersebut, penetrasi internet masih paling banyak berada di Pulau Jawa, yakni sebesar 83,64%, disusul Sumatra sebesar 77,35%, Kalimantan 77,42%, Bali dan Nustra 71,80%, Maluku dan Papua sebesar 69,91%, dan Sulawesi sebesar 68,35%.

“Dari data ini, terlihat pulau-pulau dengan populasi dengan lebih besar dan infrastruktur lebih maju cenderung memiliki penetrasi internet yang lebih tinggi,” ujar Arif. 

Selain itu, riset juga menemukan tingkat penetrasi di daerah tertinggal hanya sebesar 67,6% dengan kontribusi sebesar 3,2%. Padahal tingkat penetrasi di area bukan daerah tertinggal sebesar 80% dengan kontribusi 96,8%.

Lalu, penetrasi internet di daerah rural hanya 74%, padahal penetrasi di daerah urban sudah 82,2%.

Oleh karena itu, Arif mengaku riset ini juga menjadi patokan APJII untuk melihat daerah yang belum terkoneksi dan membangun infrastruktur telekomunikasi di sana. 

“Itu bisa menjadi satu kebijakan-kebijakan khusus dari Kemenkominfo bagi para penyelenggara ISP ini dapat terus berkembang, dapat terus melakukan penetrasi internet ke daerah-daerah yang bahkan belum terlayani,” ujar Arif. 

Sebagai informasi, dalam riset yang dilakukan APJII juga ditemukan bahwa generasi paling melek internet di Indonesia tertinggi berasal dari generasi milenial (kelahiran 1981-1996) yang sebesar 93,17% dari mereka sudah menggunakan internet, gen Z (kelahiran 1997-2012) dengan 87,02%, dan gen X (kelahiran 1965-1980) dengan 83,69%.

Kemudian, sekitar 87,6% laki-laki di Indonesia sudah menggunakan internet. Sementara perempuan yang menggunakan internet hanya sebesar 85,5%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Editor : Kahfi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper