Susul Apple dan Samsung, Vivo Siapkan Smartphone dengan Fitur eSIM

Crysania Suhartanto
Selasa, 23 Januari 2024 | 14:00 WIB
Smartphone vivo di salah satu gerai ponsel.
Smartphone vivo di salah satu gerai ponsel.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan ponsel asal China, Vivo Technology Co. Ltd. (Vivo) menyiapkan ponsel dengan fitur SIM tertanam atau eSIM, sebagai bentuk kontribusi Vivo dalam mendukung perkembangan industri di Indonesia.

PR Manager Vivo Indonesia Alexa Tiara mengatakan pembuatan produk tersebut akan didasari oleh proses riset yang mendalam, guna memastikan inovasi Vivo dapat memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pasar Indonesia.

“Kami tentu akan menangkap potensi tersebut dengan menghadirkan produk-produk yang akan menyempurnakan pengalaman pengguna dalam memanfaatkan teknologi smartphone berbasis eSIM,” ujar Alexa kepada Bisnis, Selasa (23/1/2024).

Selain itu, Alexa mengatakan produk baru Vivo ini nantinya dipastikan sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia. Oleh karena itu, Vivo juga konsisten berkomunikasi dengan pemerintah terkait regulasi eSIM, agar dapat mengimplementasinya secara tepat. 

Lebih lanjut, Alexa mengaku kehadiran eSIM dalam produk-produk Vivo juga akan meningkatkan nilai dari ponsel keluaran perusahaannya. Pasalnya, kata Alexa, hal ini akan membuat ponsel jadi lebih nyaman, fleksibel, dan mudah untuk terkoneksi. 

Alhasil, kehadiran eSIM, ujar Alexa, akan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Alexa pun berharap nantinya produk Vivo bisa diakses masyarakat dan membawa keuntungan tersendiri. 

“Kami akan berusaha agar teknologi ini dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang dengan didampingi oleh produk-produk yang kami luncurkan,” ujar Alexa. 

Diketahui, hingga saat ini sudah ada 4 brand ponsel di Indonesia yang sudah memiliki fitur eSIM, yakni Samsung, Apple, Huawei, Xiaomi, dan Oppo. Alhasil, keikutsertaan Vivo dalam fitur eSIM akan menambah panjang jumlah ponsel yang memiliki fitur tersebut.

Tak heran, Kaleido Intelligence, perusahaan riset global, memperkirakan jumlah embedded SIM (eSIM) atau sim digital akan menyentuh 1,4 miliar pengiriman pada 2028. Sejalan dengan itu, masa depan SIM fisik akan terkikis. 

Kaleido Intelligence juga memperkirakan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) eSIM meningkat 21 persen hingga 2028, dengan pertumbuhan rata-rata eSIM di ponsel mencapai 77 persen antara tahun 2023 dan 2028.

Saat ini, salah satu perusahan operator yang sudah melayani eSIm PT XL Axiata Tbk. (EXCL) mencatat jumlah pengguna sim tertanam di ponsel atau eSIM perusahaan terus bertambah. Sejak diluncurkan pada Maret 2023, hingga Januari 2024 jumlah pengguna eSIM perusahaan telah mencapai lebih dari 200.000 pengguna. 

Group Head Mass Segment XL Axiata Lyra Filiola mengatakan peningkatan pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai kemudahan yang perusahaan sediakan bagi pelanggan untuk mendapatkan dan menggunakan eSIM. 

“Kami berharap untuk tetap terdepan dalam memenuhi demand dari masyarakat Indonesia terkait eSIM, dengan memberikan produk paket data dan pengalaman aktivasi eSIM yang mudah,” kata Lyra kepada Bisnis, Senin (22/1/2024). 

Lyra optimistis penggunaan eSIM oleh pelanggan XL Axiata akan terus meningkat secara signifikan dari waktu ke waktu seiring dengan meningkatnya kebutuhan pelanggan untuk bisa mendapatkan dan menggunakan simcard secara lebih mudah dan cepat. 

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper