Metaverse Sulit Berkembang, Pengamat: Masa Depannya Tidak Jelas

Crysania Suhartanto
Rabu, 17 Januari 2024 | 06:10 WIB
Kode biner dan kata metaverse yang ditampilkan di layar laptop. Reuters
Kode biner dan kata metaverse yang ditampilkan di layar laptop. Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat akui masih pesimis terhadap masa depan teknologi baru metaverse, karena definisi metaverse yang masih belum jelas.

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan menurutnya metaverse sebenarnya hanyalah kata lain dari dunia meta. Adapun kata metaverse sendiri juga merupakan sebuah platform buatan Facebook dan menjadi terkenal saat perusahaan tersebut mengganti namanya menjadi Meta. 

“Kalau orang membicarakan metaverse secara lebih jauh, kita belum menemukan akan seperti apa metaverse, ini yang menjadi catatan penting sebelum kita membahas perkembangan teknologi dalam mendukung metaverse,” ujar Heru, Selasa (16/1/2024). 

Heru mengatakan hal inilah yang membuat masifnya pengembangan augmented reality (AR) dan artificial intelligence (AI) tidak dapat dikaitkan metaverse. Menurutnya, masing-masing teknologi ini berkembang sendiri-sendiri dan tidak menjadi program dari metaverse.

Lebih lanjut, kata Heru, semua teknologi juga masih belum tentu dapat berkembang. Heru bahkan mengatakan tidak semua teknologi yang dikembangkan oleh Facebook dapat berhasil.

“Misalnya teknologi mereka memberikan layanan HAPS [BTS terbang] dengan drone, mereka coba tawarkan untuk memberikan layanan internet, tetapi ini kan enggak berkembang,” ujar Heru. 

Kemudian, Heru mengatakan untuk pengembangan teknologi AR juga kerap menemukan masalah yang sama, yakni banyaknya orang yang pusing setelah menggunakan kacamata AR.

Selain itu, teknologi mixed reality juga kerap membuat masyarakat takut karena tidak dapat membedakan realita dengan virtual.

Kemudian, untuk NFT dan lahan virtual juga kerap dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Menurut Heru, banyak dari para penjual lahan di metaverse dan NFT yang membuat cerita kesuksesan palsu dengan harapan barang dagangannya laku.

“Saya belum secepat itu metaverse benar benar akan menemukan bentuk yang pas, masih dalam proses pencarian,” ujar Heru.

Perusahaan riset Bain&Company melihat nilai pasar metaverse diprediksi bisa mencapai US$900 miliar atau sekitar Rp14.031 triliun pada 2030. Padahal, hingga tahun tersebut, metaverse diprediksi masih berada di tahap awal hingga 5-10 tahun ke depan.

Menurut Partner di Bain Technology Chris Johnson, sekalipun hype dari metaverse sempat menurun, ada beberapa sektor yang justru makin masif melakukan pengembangan metaverse. Bahkan Chris mengatakan metaverse memberikan peluang ekonomi yang nyata bagi bisnis.

“Seiring dengan berkembangnya metaverse dengan cepat, kita telah melihat jenis teknologi ini diterapkan di berbagai industri,” kata Chris dikutip dari laman Bain&Company, Selasa (16/1/2024).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper