60 Manajer Instagram Dirumahkan, Era Media Sosial Bergeser ke TikTok?

Restu Wahyuning Asih
Sabtu, 13 Januari 2024 | 14:20 WIB
Ilustrasi pengguna mengakses aplikasi Instagram/ Freepik
Ilustrasi pengguna mengakses aplikasi Instagram/ Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Meta, perusahaan induk Facebook, mengumumkan bahwa pihaknya akan melakukan PHK terhadap karyawan Instagram.

Setidaknya 60 manajer program teknis Instagram akhirnya dirumahkan, setelah Mark Zuckerberg melakukan "efisiensi" sejak 2023.

Manajer program teknis adalah orang-orang yang berada di antara pekerja teknologi Meta dengan manajer produk yang lebih tinggi.

Pemecatan ini pun terlihat dari unggahan 60 karyawan di Blind dan LinkedIn yang mengaku siap mendapat kesempatan di perusahaan baru.

Melansir dari Engadget, pemecatan ini sejalan dengan upaya efisiensi yang dilakukan Mark Zuckerbeg dengan menghilangkan posisi middle management dari struktur organisasi perusahaan.

"Organisasi yang lebih ramping akan melaksanakan prioritas tertingginya dengan lebih cepat. Orang-orang akan menjadi lebih produktif, dan pekerjaan mereka akan lebih menyenangkan dan memuaskan," kata Mark pada 2023 saat mengumumkan "tahun efisiensi Meta".

Yang menjadi pertanyaan, apakah efisiensi ini berdampak pada kinerja Instagram sebagai media sosial paling populer?

Kemungkinan jawabannya adalah tidak. Pasalnya Instagram disinyalir mendapat keuntungan hingga Rp600 triliun di akhir tahun 2023.

Melansir dari Sign House, pendapatan bersih Instagram pada tahun 2022 mencapai USD49,91 miliar atau Rp770 triliun atau meningkat 16,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bahkan menurut laporan dari Statista, pendapatan Instagram terus mengalami kenaikan dari iklan. Instagram meraup untung hingga 7 kali lipat di rentang tahun 2018-2023.

Era TikTok

Badai PHK yang melanda Meta nampaknya juga menimbulkan pertanyaan apakah perusahaan tersebut akan tertinggal dari TikTok.

Bagaimana tidak, TikTok menjadi media sosial paling populer hingga menjadi aplikasi dengan pendapatan tertinggi mengalahkan Youtube.

Kepala wawasan di data.ai mengatakan bahwa TikTok siap menjadi aplikasi mobile dengan pendapatan tertinggi yang pernah ada di tahun 2024.

Diperkirakan aplikasi ini mendapat US$15 miliar, dengan jumlah penggunanya menghabiskan setidaknya US$11 juta setiap harinya.

Pendapatan terbesar TikTok dihasilkan dari pembelian koin. Sisanya penghasilan didapatkan dari iklan dan e-commerce.

Dengan pendapatan terbesar ini, TikTok bahkan menjadi aplikasi penyumbang pendapatan terbesar bagi induknya, ByteDance, dilansir dari Laporan AppMagic.

Tercatat pendapatan platform konten digital itu sebesar US$7,37 miliar atau Rp113,77 triliun per Oktober 2023.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper