Sinyal Bukti Kedaulatan Negara, Ini Operator Paling RI Menurut Menkominfo

Crysania Suhartanto
Kamis, 11 Januari 2024 | 21:34 WIB
Anak-anak Suku Boti mengakses smartphone di depan Ume Kbubu atau rumah bulat di Desa Boti, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (26/11/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Anak-anak Suku Boti mengakses smartphone di depan Ume Kbubu atau rumah bulat di Desa Boti, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (26/11/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie mengatakan keberadaan sinyal di wilayah terluar juga merupakan bukti kedaulatan negara. Peran operator telekomunikasi dalam mewujudkan hal itu. 

Budi bercerita, dulu di salah satu pulau terluar Indonesia, tepatnya di Pulau Talaud, Sulawesi Utara, sinyal yang ada justru sinyal dari Filipina. Padahal, pulau itu masih masuk teritori Indonesia. 

Oleh karena itu, kata Budi, Indonesia mulai mendirikan menara base transceiver station (BTS) untuk menghadirkan sinyal sekaligus menjaga teritori wilayah Indonesia.

“(Menjaga kedaulatan Indonesia) Iya dong, (sekarang adanya) Telkomsel, paling Indonesia,” ujar Budi kepada wartawan di sela acara ulang tahun Mastel, Kamis (11/1/2024).

Sebagai informasi, alasan Budi mengatakan Telkomsel dikarenakan hanya Telkomsel yang mengambil tender untuk penyediaan sinyal yang bekerja sama dengan Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (Bakti) untuk BTS di wilayah Sulawesi. 

Selain itu, Telkomsel juga memegang kontrak untuk wilayah Papua, Kalimantan, dan Nusra. 

Sementara wilayah Sumatera dipegang oleh PT XL Axiata Tbk. (XL). Adapun PT Indosat Tbk. dan PT Smartfren Telecom tidak mengambil tender untuk proyek ini. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah meresmikan 4.988 unit base transceiver station (BTS). Dengan demikian, hampir semua BTS yang sempat terkena skandal korupsi dan ditargetkan rampung pada 2024, sudah selesai dibangun. 

“Pada siang hari ini, saya resmikan pengoperasian sinyal BTS 4G Bakti dan akses internet di desa 3T, serta pengoperasian dan integrasi satelit Satria Indonesia 1 di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara,” kata Jokowi pada sambutannya di Talaud, Kamis (28/12/2023).

Kendati demikian, secara total masih ada 630 BTS yang mayoritas berada di Indonesia bagian timur akan diselesaikan menyusul. 

Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie, sejumlah pembangunan BTS menjadi molor karena pertimbangan keamanan serta faktor geografi yang sulit untuk dijangkau. 

Oleh karena itu, Jokowi mengatakan akan meminta TNI dan Polisi RI (Polri) untuk turut mendampingi dari segi keamanan dari pembangunan ini. Harapannya, masalah keamanan ini dapat cepat terselesaikan.

Kendati demikian, Budi memastikan Bakti masih akan menambah pembangunan infrastruktur BTS di Indonesia. Menurutnya, Indonesia masih terlalu luas, sehingga BTS yang sudah dibangun selama ini dirasa belum cukup untuk memenuhi kebutuhan internet masyarakat Indonesia. 

“Indonesia masih terlalu luas, nanti masih ada yang kurang itu yang di Papua ada sekian itu dibangun lagi. Yang penting ini yang kemarin terkendala masalah hukum bisa kita selesaikan,” ujar Budi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper