Jelajah Sinyal 2023: Internet Mumpuni Bantu Mahasiswa Sulawesi Barat Jadi Sarjana

Annisa Kurniasari Saumi
Rabu, 29 November 2023 | 05:26 WIB
Tim Jelajah Sinyal 2023 mencoba melakukan speed test di Universitas Sulawesi Barat yang terletak di Majene. Hasil dari speed test ini bervariasi pada masing-masing operator seluler.
Tim Jelajah Sinyal 2023 mencoba melakukan speed test di Universitas Sulawesi Barat yang terletak di Majene. Hasil dari speed test ini bervariasi pada masing-masing operator seluler.
Bagikan

Bisnis.com, MAJENE - Kecepatan akses jaringan internet di Kota Majene telah cukup baik, meskipun sinyal telekomunikasi masih belum bisa masuk di beberapa titik.

Tim Jelajah Sinyal 2023 mencoba melakukan speed test di Universitas Sulawesi Barat yang terletak di Majene. Hasil dari speed test ini bervariasi pada masing-masing operator seluler.

Tim Jelajah Sinyal 2023 melakukan speed test pada gedung perpustakaan Universitas Sulawesi Barat yang merupakan titik tertinggi dari area kampus ini yang terletak di atas bukit. 

Hasilnya, kecepatan unduh jaringan internet dengan menggunakan berbagai operator mencapai 0,58 Mbps hingga 46,8 Mbps. 

Sementara itu, kecepatan layanan untuk mengunggah atau upload di gedung yang baru diresmikan tahun lalu ini mencapai 5,7 Mbps hingga 6,81 Mbps.

Salah satu mahasiswa Universitas Sulawesi Barat yang Tim Jelajah Sinyal 2023 temui, Muhammad Zuhdi (18) menuturkan sebagai mahasiswa baru, dirinya cukup terbantu dengan keberadaan akses internet yang kencang di perpustakaan kampus. 

"Saya jadi sering mengerjakan tugas kelompok di sini," kata Zuhdi di Majene, ditemui Senin (28/11/2023).

Sama seperti Zuhdi, mahasiswa lainnya yakni Arianus Junaedi menuturkan sinyal internet terkencang di area kampus ini berada di perpustakaan. Menurut mahasiswa yang tinggal melakukan wisuda ini, internet kencang di area perpustakaan kampus cukup membantunya dalam melakukan pembelajaran.

"Internet di perpustakaan cukup kencang, sangat membantu untuk belajar. Tapi kadang lambat jika banyak mahasiswa di sini. Jadi ada kondisi tertentu yang membuat internet di sini lambat," tutur Arianus. 

Hanya saja, kata mahasiswa asal Mamuju Tengah ini, keberadaan jaringan internet di kampus ini masih tidak merata. Dia menyebut masih kesulitan untuk mengakses internet dari kelasnya di Fakultas Teknik. 

"Jaringan data di kelas tidak mampu 4G dia, hanya edge," ujarnya.

Sebagai informasi, dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Peta Jalan Digital Indonesia 2020--2024 menunjukkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) lewat Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), bersama dengan operator telekomunikasi, mempunyai tugas membangun jaringan BTS 4G/LTE pada 12.548 desa.

Dari jumlah itu, sebanyak 9.113 menara telekomunikasi (base transceiver station/BTS) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi tugas Bakti untuk pembangunannya. Sementara, sebanyak 3.435 desa di wilayah non-3T dibangun oleh operator telekomunikasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper