Peneliti Temukan Hobbit di Indonesia, Cek Lokasinya

Redaksi
Selasa, 28 November 2023 | 05:42 WIB
Peneliti menemukan Hobbit di Indonesia/Scroll
Peneliti menemukan Hobbit di Indonesia/Scroll
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia dikenal dengan rumahnya penemuan manusia purba. Pasalnya hasil penemuan manusia purba lebih banyak ditemukan di Indonesia bahkan manusia purba paling unik seperti Homo Floresiensis atau disebut Hobbit oleh peneliti luar negeri.

Homo Floresiensis pertama ditemukan pada tahun 1950-an dan 1960-an oleh seorang pendeta Belanda bernama pastor Theodore Verhoeven yang bekerja di sebuah seminari katolik di Flores. 

Verhoeven yang memiliki minat terhadap arkeologi meneliti banyak situs arkeologi dan melakukan banyak penggalian di banyak situs termasuk Liang Bua tempat penemuan Homo Floresiensis atau Hobbit.

Dari penemuan tersebut, kemudian terjadi banyak penemuan yang dilakukan oleh para arkeologi yang akhirnya menentukan ukuran hingga tahun kepunahan manusia purba Homo Floresiensis. 

Penemuan Homo Floresiensis yang dijuluki Hobbit di Indonesia

Penelitian terus berlanjut di liang Bua yang berisikan kolaborasi peneliti dari berbagai bidang hingga para peneliti luar negeri. 

Pada 6 September 2003 seorang arkeologi Indonesia Wahyu Saptomo yang sedang mengawasi proses penggalian yang dilakukan oleh pekerja lokal Benyamin Tarus menemukan tengkorak dan sedimen bagian atas tengkorak. 

Karena ukurannya yang kecil Wahyu dan rekannya memperkirakan bahwa temuan tersebut merupakan homonin dan merupakan tengkorak anak kecil. 

Penggalian terus berlanjut dan penemuan selanjutnya merupakan tengkorak dan rahang bawah. Tim mulai menyadari bahwa itu bukanlah tengkorak anak kecil karena penemuan rahang bawah dengan gigi yang sudah permanen. 

temuan hobbit di Indonesia
temuan hobbit di Indonesia

Pada akhir musim lapangan, tim telah menemukan sebagian besar sisa kerangka homonin ini, yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Saat ini, spesimen ini disebut sebagai LB1 (Liang Bua 1), dan merupakan spesimen holotipe untuk spesies Homo floresiensis. 

Tepat sebelum dua artikel Nature tentang Homo floresiensis diterbitkan pada tahun 2004, Tim Peneliti Liang Bua menemukan materi kerangka tambahan. Hal ini termasuk tulang lengan LB1, dan beberapa tulang individu lain, LB6, termasuk mandibula dan tulang lengan lainnya. 

Dr. Morwood dan Brown, serta anggota Tim Peneliti Liang Bua lainnya dari Indonesia dan Australia, mendeskripsikan dan menganalisis sisa-sisa kerangka baru Homo floresiensis dan kembali mempublikasikan hasilnya di Nature pada 13 Oktober 2005.

Bukti kerangka menunjukkan bahwa spesies dewasa ini memiliki otak yang sangat kecil (400 sentimeter kubik), tingginya hanya sekitar 106 cm (3'6"), dan beratnya sekitar 30-40 kg (66-86 lbs). 

Untuk tinggi badan mereka, individu-individu ini mempunyai massa tubuh yang besar, dan dalam hal ini tampak lebih mirip dengan hominin-hominin terdahulu seperti "Lucy" ( Australopithecus afarensis ) dibandingkan dengan manusia modern, termasuk manusia berbadan kecil dan besar. Tungkai atas (femur) juga tampak lebih mirip dengan Australopithecus dan Homo habilis dibandingkan manusia modern.

Penemuan Terbaru

Penggalian dan penanggalan geologis di Gua Liang Bua, Indonesia, menunjukkan bahwa Homo floresiensis, yang dijuluki “hobbit” karena ukurannya yang kecil, punah sekitar 50.000 tahun yang lalu atau puluhan ribu tahun lebih awal dari perkiraan semula.  

Studi baru ini memperkirakan lapisan abu vulkanik dan kalsit tepat di atas dan di bawah fosil. Tulang H. floresiensis berumur sekitar 100.000 hingga 60.000 tahun. Peralatan batu di dalam gua yang digunakan oleh “hobbit” berusia antara 190.000 hingga 50.000 tahun.

Homo floresiensis adalah salah satu spesies manusia purba terakhir yang punah. Analisis baru menunjukkan bahwa kerabat evolusioner ini punah sekitar 50.000 tahun yang lalu,  tepat sebelum atau pada saat Homo sapiens tiba di wilayah tersebut.

Temuan baru ini diumumkan oleh Thomas Sutikna, peneliti Smithsonian Matt Tocheri, dan lainnya di jurnal Science pada 30 Maret 2016.

Secara total, banyak artikel ilmiah telah diterbitkan berdasarkan analisis sisa-sisa kerangka asli Homo floresiensis, dan ratusan artikel ilmiah dan berita tentang Homo floresiensis telah muncul di media cetak atau di web sejak sebagian kerangka LB1 ditemukan. 

Penggalian di Liang Bua dan tempat lain di Flores terus berlanjut, dan mudah-mudahan penggalian ini akan memberikan pencerahan tambahan tentang spesies hominin yang penuh teka-teki, Homo floresiensis, yang disebut "hobbit" dalam evolusi manusia. (Ernestina Jesica Toji)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper