Satelit Mata-Mata Kim Jong-Un Berhasil Memotret Gedung Putih dan Pentagon AS

Rahmad Fauzan
Selasa, 28 November 2023 | 19:32 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong -un menghadiri rapat pleno ke-7 Komite Pusat ke-8 Partai Buruh Korea (WPK) di Pyongyang, Korea Utara, 27 Februari 2023 dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA)./Reuters
Pemimpin Korea Utara Kim Jong -un menghadiri rapat pleno ke-7 Komite Pusat ke-8 Partai Buruh Korea (WPK) di Pyongyang, Korea Utara, 27 Februari 2023 dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA)./Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Korea Utara mengeklaim satelit mata-mata pertamanya yang diorbitkan pekan lalu berhasil memotret Gedung Putih Amerika Serikat (AS), Petagon, dan kapal induk AS di pangkalan laut Norfolk.

Mengutip Reuters, pihak Korea Utara memang merancang satelit tersebut untuk melakukan pemantauan terhadap kegiatan militer Negeri Paman Sam beserta sekutunya, Korea Selatan.

Pendiri situs berita NK News yang berfokus kepada Korea Utara, Chad O'Carroll, mengatakan satelit tersebut memotret kota-kota dan pangkalan militer di Korea Selatan, Guam, dan Italia, selain ibu kota AS.

“Namun, seberapa bermanfaat gambar-gambar itu tergantung kepada tujuan mereka menggunakannya,” kata Carroll.

Selain itu, Pyongyang sendiri belum merilis gambar apapun terkait dengan klaim yang disampaikan. Hal ini membuat para analis dan pemerintah asing memperdebatkan kemampuan satelit baru Kim Jong Un itu.

Kendati demikian, pakar satelit di James Martin Center for Nonproliferation Studies (CNS), Dave Schmerler, tidak menafikan potensi kebenaran klaim Korea Utara seperti dijelaskan di atas.

Walaupun dia menilai Korea Utara perlu meluncurkan lebih banyak satelit lagi agar dapat lebih sering melintasi lokasi-lokasi penting. Hal ini, sambungnya, sedang diupayakan oleh badan antariksa Korea UItara.

“Ini adalah lompatan besar bagi Korea Utara. Namun, sampai kami melihat gambar yang mereka kumpulkan, kami masih berspekulasi mengenai kasus penggunaannya,” kata Schmerler.

Sementara itu, Korea Selatan batal merealisasikan peluncuran satelit mata-mata pertamanya yang dijadwalkan pada 30 November 2023 akibat kendala cuaca.

Menanggapi klaim Korea Utara mengenai kemampuan satelit mata-mata pertamanya mengawasi objek vital AS, otoritas Negeri Ginseng meyakini kemampuan satelit negara komunis itu tidak dapat diverifikasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper