Pemprov Sulsel Dorong Digitalisasi, Terapkan Pembayaran Digital di UMKM

Nugroho Nafika Kassa
Kamis, 23 November 2023 | 21:39 WIB
Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Subbidang Keuangan, Since Erna Lamba saat memberikan sambutan pada acara Jelajah Sinyal & Festival Literasi Digital 2023 dengan tema Digitalisasi, Pengungkit Ekonomi Daerah 3T di Universitas Hasanuddin Makassar, Kamis (23/11/2023)/Bisnis-Nugroho Nafika Kassa.
Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Subbidang Keuangan, Since Erna Lamba saat memberikan sambutan pada acara Jelajah Sinyal & Festival Literasi Digital 2023 dengan tema Digitalisasi, Pengungkit Ekonomi Daerah 3T di Universitas Hasanuddin Makassar, Kamis (23/11/2023)/Bisnis-Nugroho Nafika Kassa.
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi di wilayahnya dengan penerapan pembayaran digital di UMKM hingga pembayaran pajak.

Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Subbidang Keuangan, Since Erna Lamba mengatakan pada tahun ini Pemprov secara reguler memfasilitasi publikasi penjualan produk UMKM di marketplace lokal milik pemerintah provinsi bernama Bajubodo.

Tidak hanya itu, tender beberapa pembelian barang oleh OPD pun mulai diarahkan melalui aplikasi ini.

Upaya ini sekaligus memperkuat ekosistem digitalisasi daerah dengan mempersiapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Pemerintah provinsi juga memiliki program unggulan aplikasi pembayaran pajak digital. Aplikasi ini diterapkan untuk mempermudah transaksi pembayaran oleh masyarakat, meningkatkan PAD, hingga transparansi pemgelolaan pajak daerah.

"Selain itu ada juga program sinergi kebijakan dengan pemggunaan Qris. Kerja sama pembayaran pajak dengan Tokopedia, Gopay, dan Qris," ungkapnya pada acara Jelajah Sinyal & Festival Literasi Digital 2023 dengan tema Digitalisasi, Pengungkit Ekonomi Daerah 3T di Universitas Hasanuddin Makassar, Kamis (23/11/2023).

Since juga menjelaskan jika semua program ini masih akan terus ditingkatkan pengaplikasiannya pada 2024 mendatang untuk mewujudkan sistem pemerintahan yang berbasis elektronik.

"Kami akan selalu memgembangkan digitalisasi di Sulsel. Kami sangat senang banyak pihak yang ikut konsen bersama kami dalam pemgembangan ini seperti Bisnis Indonesia dan Bakti. Kami percaya melalui digitalisasi ini bisa meningkatkan perekoniam Sulsel," tambahnya.

Dijelaskan pula oleh Since bahwa wilayahnya telah berhasil menjadi daerah terbaik pertama di Sulawesi untuk percepatan dan perluasan digitalisasi, meskipun indeks literasi digitalnya baru di angka 3,5%.

"Digital ini suka atau tidak harus digencarkan. Pelayanan pemerinrah harus memberikan yang cepat dan murah. Karena bisa menjadi keunggulan ekonomi melalui pemanfaataan teknologi digital sebagai kunci membangun ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper