Gapai.id Bidik Pendanaan Tahap Awal Rp15 Miliar, Fokus Tingkatkan Pekerja Migran

Redaksi
Senin, 23 Oktober 2023 | 20:31 WIB
Ilustrasi Startup. Bisnis/Arief Hermawan P
Ilustrasi Startup. Bisnis/Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Gapai.id, startup portal pencari kerja terintegrasi yang berfokus pada pekerja migran, mengumumkan pembukaan putaran pendanaan tahap awal (seed funding) dengan menargetkan capaian senilai $1 juta atau Rp15,9 miliar. 

Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan produk dalam mendorong lebih banyak warga Indonesia bekerja di luar negeri. 

CEO Gapai.id Radityo Susilo mengatakan misi Gapai.id adalah memberdayakan pekerja Indonesia dengan memperluas akses lapangan kerja di Indonesia dan luar negeri. 

“Dengan begitu, akan makin banyak peluang yang bisa diperoleh oleh pekerja Indonesia, seperti mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam lingkungan dan budaya yang berbeda,” kata Radityo, dalam konferensi virtual, Senin (23/10/2023), 

Dia mengatakan Indonesia masih menjadi negara dengan tingkat pengangguran tertinggi keempat di dunia, yakni mencapai 12 juta orang. Sementara itu, jumlah tenaga migran dari Indonesia masih dibatasi sebesar 72.000.

Di tengah jumlah pengangguran yang tinggi, Indonesia kalah dari Filipina dalam pengiriman pekerja migrant. Filipina dapat mengirimkan 10 kali lipat tenaga migran lebih banyak dengan mencapai 745.000 ke pasar global, dan angka pengangguran pun jauh lebih rendah di angka 2,6 juta. 

Jika Indonesia dapat mencapai tingkat produktivitas yang sama dengan Filipina, maka Indonesia akan mampu merealisasikan peluang hingga US$141 miliar atau setara Rp2,2 Kuadriliun (Kurs: Rp15.923) per tahun. 

Radityo meyakini Gapai.id dapat memberikan kesempatan pekerja lokal untuk mendapatkan peluang bekerja di luar negeri. Tak hanya itu, pihaknya bisa membantu untuk meningkatkan standar kompetensi dan keterampilan dapat diimpor kembali ke Indonesia. 

Solusi Gapai.id adalah dengan membuka peluang bagi para pekerja migran untuk mempunyai kehidupan yang lebih baik guna mengurangi  pengangguran di Indonesia.

Rata-rata pekerja imigran dengan keterampilan yang sama memperoleh penghasilan enam kali lebih banyak di pasar tenaga kerja di seluruh dunia.

Seluruh lowongan di platform pun telah dikurasi dan disahkan oleh tiga lembaga resmi, yaitu Kementerian Luar Negeri melalui KBRI di negara penempatan, Kemenaker, dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Dengan kondisi seperti ini, pencari kerja rata-rata  hanya perlu menunggu sekitar 4 hingga 6 bulan hingga berangkat. Catatan Gapai.id, hanya dalam waktu 32 hari, pekerja sudah bisa sampai di negara tujuan. . 

"Melalui portal terintegrasi seperti Gapai.id, para pekerja migran Indonesia dapat terhindar dari upaya atau praktik pungutan liar yang sering muncul saat mengirim mereka ke luar negeri," kata Raditya. (Afaani Fajrianti)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Redaksi
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper