Biznet Fokus Hadirkan Internet Stabil di Tengah Penurunan Bisnis TV Kabel

Redaksi
Jumat, 6 Oktober 2023 | 16:48 WIB
Aktivitas WFH membutuhkan dukungan internet WiFi yang cepat dan stabil. Biznet
Aktivitas WFH membutuhkan dukungan internet WiFi yang cepat dan stabil. Biznet
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Supra Primatama Nusantara (Biznet) memilih fokus mengembangkan layanan internet yang stabil di tengah penurunan pasar televisi kabel.

Pasar televisi berbasis jaringan serat optik tersebut dinilai sudah berubah sejak kedatangan layanan video on demand (VoD) seperti Netflix, Vidio dan lain sebagainya. 

Senior Manager Marketing Consumer Biznet Adrianto Sulistyo mengatakan Biznet telah memberikan layanan televisi kabel sejak 2015. Namun berbeda dengan 5 tahun lalu, pasar internet kabel dinilai telah beralih ke OTT.

Penyedia layanan konten televisi kabel, lanjutnya, juga sudah banyak yang beralih ke VoD. Alhasil, Biznet lebih berfokus dalam mengadirkan layanan internet yang stabil, untuk mendukung kebutuhan streaming video. 

“Kami melihat TV kabel sekarang tidak sebagus 5 tahun lalu, karena di luar sana bisnis mereka sekarang lebih mengarah ke OTT. Kalau sudah mulai bicara mengenai OTT, maka yang dibicarakan hanya koneksi internetnya saja,” kata Adrianto kepada Bisnis, Jumat (6/10/2023).  

Untuk diketahui, Over-The-Top (OTT) adalah layanan yang menyediakan berbagai konten yang diakses melalui jaringan internet. Selain itu, OTT dikenal oleh platform seperti video-on-demand, streaming audio, messaging, dan lainnya.

Adrianto menambahkan beralihnya penyedia konten ke OTT akan menguntungkan masyarakat karena dapat memilih tayangan sesuai dengan keinginan mereka, tanpa harus berlangganan ratusan siaran televisi. 

Diketahui, pada semester I/2023 Biznet mencatatkan pertumbuhan pelanggan hingga 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari jumlah kabel melalui rumah ataupun homepass Biznet mencapai 2,2 juta dan telah tersebar di 180 kota Indonesia.

Biznet akan terus membangun infrastruktur jaringan ke berbagai kota dan area  di Indonesia pada sisa waktu 2023 dengan target 2,6 juta homepass. 

Perusahaan juga berkomitmen untuk memberikan bandwidth yang besar, kecepatan upload, dan unggah yang simestris, dan mencakupi are yang luas. 

Menurut data dari Asosiasi Penyedia jaringan Internet Indonesia (APJI), dari 250 juta penduduk Indonesia, ada sekitar 210 juta orang diantaranya merupakan pengguna internet.

Selain itu, menurut catatan Bisnis, dari jumlah tersebut hanya 14,5 persen diantaranya yag memiliki fixed broadband. Dengan demikian, penyelenggara jaringan fixed broadband masih memiliki banyak potensi pasar yang dapat diekspor. (Afaani Fajrianti)

Penulis : Redaksi
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper