DreadOut Bakal Hadir di Nintendo Switch

Crysania Suhartanto
Rabu, 30 Agustus 2023 | 17:48 WIB
Tampilan game horor DreadOut yang dibuat Digital Happiness/dok. website digitalhappiness.net
Tampilan game horor DreadOut yang dibuat Digital Happiness/dok. website digitalhappiness.net
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang gim dalam negeri, Digital Happiness, tengah melebarkan sayapnya ke platform gim Nintendo Switch, melalui gim unggulannya DreadOut. 

CEO Digital Happiness Rachmad Imron mengatakan sebelumnya DreadOut juga sudah masuk ke dalam platform Xbox serta Playstation.

Menurut Imron, hal itu pun membuat adanya kenaikkan baik omzet maupun pendapatan dari pengembang gim DreadOut tersebut. 

“Kalau dari total penjualan yang dari PC DreadOut 2, penambahan (pendapatan) estimasi sekitar 20 persen,” ujar Imron kepada Bisnis, Rabu (30/8/2023).

Lebih lanjut, untuk menjaga kesuksesan DreadOut, gim andalan Digital Happiness ini juga akan terus berkolaborasi, membuat trilogy sequel-nya, serta mengadaptasinya ke serial televisi.

Selain itu, untuk Digital Happiness sendiri, dalam waktu dekat akan meluncurkan gim co-op gims yang bertajuk DreadHaunt. Diprediksi gim yang bertemakan horor ini sudah dapat dinikmati masyarakat pada 2023 ini. 

Imron menambahkan, untuk target jangka panjang dari Digital Happiness sendiri, perusahaan akan berusaha untuk secara organik menaikan kapabilitas tim.

Menurut Imron, strategi yang akan dilakukan untuk menaikkan kapabilitas tim adalah dengan mengerjakan proyek dengan kompleksitas yang lebih tinggi. Hal ini mulai dari gim-gim yang multiplayer hingga multiplatform

Selain itu, Digital Happiness yang terkenal akan gim-gim horornya juga berencana untuk melakukan ekspansi ke genre action.

Sebelumnya, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI) Cipto Adiguno juga sempat menyarankan para industri gim untuk rajin membuat gim yang sukses ataupun memperbaharui gim-gim lama. Menurut Cipto hal ini diharapkan dapat tetap menjaga loyalitas pengguna.

Hal ini dikarenakan industri gim tengah terombang-ambing. Diketahui, pendapatan raksasa gim milik induk Shopee, Garena tercatat menurun 41,2 persen ke angka Rp8 triliun.

Dikutip dari Game World Observer, perusahaan yang ramai dengan gim Free Fire ini juga mengalami penurunan operasional sekitar 35 persen secara tahunan ke angka US$296,4 juta atau hanya Rp4,5 triliun.

Sebaliknya, raksasa gaming Tencent justru membukukan laba positif yang bertumbuh hingga 41 persen pada kuartal II/2023.

Dikutip dari Games World Observer, laba Tencent mencapai 26,2 miliar yuan atau sekitar Rp54,9 triliun dan pendapatannya mencapai 149,2 miliar yuan atau sekitar Rp313,1 triliun.

Kemudian, untuk di Indonesia sendiri, menurut laporan Digital 2023: Indonesia, ada sekitar 90 persen pengguna internet di Indonesia yang memainkan gim di gawai mereka masing-masing. 

Alhasil, dikutip dari Statista, total penghasilan pasar gim di Indonesia sudah mencapai US$759,50 juta pada 2022 dan diprediksi akan tumbuh 7,66 persen di 2023.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper