Netflix Buka Lowongan Manajer Produk AI, Tawarkan Gaji Selangit!

Lydia Tesaloni Mangunsong
Kamis, 27 Juli 2023 | 11:15 WIB
Netflix. Bloomberg
Netflix. Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Netflix di laman resminya menyantumkan gaji fantastis untuk lowongan pekerjaan manajer produk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Hal tersebut dilakukan Netflix di tengah aksi protes yang dilancarkan dua serikat pekerja media besar AS, SAG-AFTRA dan WGA terkait gaji yang rendah dan kekhawatiran dominasi AI di industri kreatif.

Manajer produk AI dijelaskan bertugas untuk mengumpulkan umpan balik dan memahami kebutuhan pengguna dari praktisi ML/AI dan insinyur aplikasi di seluruh Netflix, serta menurunkan persyaratan produk dan mengukur kepentingannya untuk kemudian memprioritaskan area investasi.

“Kisaran pasar keseluruhan untuk peran di area Netflix ini biasanya $300.000-$900.000.” Demikian tertulis dalam situs, yang berarti Netflix menyiapkan gaji sekitar Rp4,5 miliar - 13,5 miliar per tahun untuk posisi tersebut.

Di samping itu, melansir The Register, Kamis (27/7/2023), SAG-AFTRA mengatakan bahwa 87 persen keanggotaannya berpenghasilan kurang dari US$26.000 atau sekitar Rp390,7 juta setahun. Dengan kata lain, gaji para pekerja media tersebut 35 kali lebih kecil dibanding sang manajer produk AI.

Layanan streaming seperti Prime, Netflix, dan Disney juga seringnya lolos dengan membayar jauh lebih sedikit untuk royalti untuk para pemain yang diperoleh dari siaran ulang film atau acara TV.

Aksi protes yang dilancarkan dengan cara mogok kerja sejak 14 Juli lalu itu telah membuat industri Hollywood “berhenti bergerak”. Para pekerja yang terlibat dalam aksi menuntut industri media mempertimbangkan kembali proposal AI yang dianggap sebagai terobosan dari Aliansi Produser Film dan Televisi (AMPTP).

Proposal tersebut melindungi kemiripan digital dengan pemain yang terjadi dalam sebuah produksi, termasuk izin persyaratan pemain untuk pembuatan dan penggunaan replika digital atau terkait perubahan digital lainnya dari sebuah pertunjukan.

Dengan kata lain, tim produksi dapat membuat tiruan para pemain, baik itu suara maupun tampilan visual, untuk kepentingan pertunjukan.

Misalnya yang terjadi pada James Earl Jones, pengisi suara Darth Vader dalam film Star Wars, yang suaranya ditiru menggunakan AI sehingga Lucasfilm dan Disney dapat terus mengeluarkan karakternya bahkan pada saat dia telah berusia 91 tahun. Namun pada kasus ini, Jones memberikan izin dan memang bersedia suaranya dibuat ulang oleh AI.

Penggunaan AI lainnya yang dianggap membahayakan prospek pekerja media adalah ketika Secret Invasion, properti baru Marvel yang ditampilkan di Disney+, membanggakan urutan intro yang dihasilkan oleh AI.

Para seniman protes dan mengatakan bahwa yang dilakukan robot itu merusak karya orang lain dan merampas pendapatan profesional.

“Upah adalah satu hal, tetapi aspek terburuk adalah keseluruhan gagasan tentang AI dan apa yang dapat dilakukan AI kepada kita,” ungkap Brian Cox, salah satu pemain Succession seperti dilansir dari The Independent, Kamis (27/7/2023).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper