Netflix Mau Terapkan Kebijakan Password Sharing di Seluruh Negara

Lydia Tesaloni Mangunsong
Kamis, 20 Juli 2023 | 11:25 WIB
Netflix. Bloomberg
Netflix. Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Lewat laporan terbarunya, Netflix mengabarkan peningkatan jumlah pelanggan pascaberlakunya kebijakan yang membatasi berbagi sandi atau password sharing. Dengan itu, Netflix berencana menerapkan kebijakan tersebut di seluruh negara.

Melansir The Verge, Kamis (20/7/2023), peningkatan hingga 5,9 juta jumlah pelanggan secara global yang terjadi pada periode April sampai Juni.

Berdasarkan laporan pendapatan kuartal kedua yang dipublikasikan pada Rabu (19/7/2023) kemarin. Di AS dan Kanada sendiri, terdapat 1,7 juta pelanggan baru di periode yang sama.

Sejalan dengan itu, Netflix mengaku kini meraup pendapatan yang lebih tinggi, meski tidak mencapai target. Melansir Reuters, Kamis (20/7/2023), pendapatan triwulanan naik 2,7 persen dari tahun sebelumnya menjadi US$8,2 miliar atau sekitar Rp122,8 triliun, di bawah perkiraan analis sebesar US$8,3 miliar atau sekitar Rp124,3 triliun.

Meski mengalami peningkatan, pendapatan yang tidak mencapai target itu membuat saham Netflix turun hingga hampir 9 persen.

Perusahaan juga melaporkan laba per saham terdilusi sebesar US$3,29 atau sekitar Rp49.000 untuk kuartal kedua, di atas perkiraan konsensus analis sebesar US$2,86 atau sekitar Rp42.000.

"Sementara kami telah membuat kemajuan yang stabil tahun ini, kami memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mempercepat kembali pertumbuhan kami," kata perusahaan itu dalam surat triwulanannya kepada para pemegang saham.

Sebelumnya, kebijakan pembatasan password sharing yang membuat satu akun hanya bisa digunakan oleh orang-orang di rumah yang sama baru berlaku pada akhir Mei lalu untuk sejumlah negara seperti AS, Kanada, Selandia Baru, Portugal, dan Spanyol.

Pengguna di lokasi yang berbeda harus membayar biaya tambahan sebesar US$7,99 atau sekitar Rp119.000 per bulannya.

Peningkatan jumlah pengguna ini 1,9 juta di atas target. Kini, Netflix memiliki total 238,4 juta pelanggan di seluruh dunia pada akhir Juni. Setelah dampak positif yang cukup signifikan terhadap arus kasnya, Netflix berencana menerapkan kebijakan tersebut di seluruh negara.

Dengan pendapatan yang hampir mencapai target, Netflix kini diharapkan memiliki setidaknya US$5 miliar atau Rp74,9 triliun arus kas bebas di tahun 2023.

Peningkatan dari target US$3,5 miliar sebelumnya menjadi implikasi pengeluaran yang lebih rendah akibat aksi mogok sejumlah penulis dan aktor Hollywood. Aksi mogok itu mungkin akan mempersulit Netflix untuk mengeluarkan konten baru.

Diketahui sejumlah acara seperti Stranger Things, Big Mouth, Emily in Paris, The Sandman, dan lainnya telah menghentikan produksi di tengah aksi mogok.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper