Jangan Lewatkan! Fenomena Mars dan Venus Sejajar Besok Malam

Arlina Laras
Selasa, 20 Juni 2023 | 20:48 WIB
Planet Mars/telegraph.co.uk
Planet Mars/telegraph.co.uk
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Fenomena alam unik akan terjadi sebagai bentuk keajaiban pada titik balik musim panas. 

Peristiwa adanya dua planet sejajar akan terlihat di langit Bumi pada Rabu (21/6/2023), di mana Mars dan Venus akan berada di samping bulan sabit sehingga terlihat berdampingan di langit barat saat senja. 

Sebagai informasi, titik balik musim panas terjadi dua kali dalam setahun, saat Matahari mencapai posisi tertinggi di langit selama musim panas. 

Pada titik balik musim panas, hari memiliki durasi terpanjang dan malam terpendek dalam setahun. 

Setelah 21 Juni, durasi hari akan mulai berkurang secara bertahap, menandai awal perubahan menuju musim gugur dan musim dingin.

Fenomena astronomi langka ini tentu memberikan pemandangan spektakuler bagi para pengamat bintang.

Pasalnya, mereka akan membentuk formasi segitiga yang indah dan dapat dilihat dengan mata telanjang.

Melansir dari Live Science, ini merupakan kesempatan langka untuk mengamati peristiwa ini. Bahkan, pengamat mengatakan peristiwa serupa tidak akan terulang hingga 28 Maret 2028.

Selain itu, masyarakat juga dapat melihat bulan sabit akan terlihat lebih terang dan tampak semakin bertambah cahayanya. 

Ini disebabkan oleh efek "Da Vinci glow" atau "Earthshine", di mana sinar matahari yang dipantulkan oleh Bumi memantulkan cahaya ke permukaan bulan yang gelap. Hal ini menciptakan kesan cahaya lembut yang khas pada bulan sabit.

Menurut Time and Date, pemandangan terbaik dari ketiga objek, yaitu Mars, Venus, dan bulan sabit, diyakini akan terjadi pada Rabu 21 Juni, saat senja pertama setelah dimulainya titik balik matahari musim panas. 

Pada 21 Juni, awal musim panas astronomi di Belahan Bumi Utara, Anda akan melihat segitiga siku-siku yang terbentuk oleh Mars, Venus, dan bulan sabit. 

Adapun persentase cahaya yang terlihat dari bulan yang mungkin terjadi pada tanggal tersebut sekitar 13 persen, yang berarti cukup terang untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. 

Namun, Mars mungkin terlihat redup dan sulit dikenali tanpa menggunakan teropong atau teleskop kecil yang baik.

Pemandangan terakhir dalam minggu tersebut akan terjadi pada malam berikutnya, yaitu pada hari Kamis, 22 Juni. 

Pada malam ini, persentase bulan sabit yang terlihat sekitar 21 persen dan akan berada dalam sejajar dengan Mars dan Venus, tetapi kali ini posisinya akan berada di atas pasangan tersebut. 

Selain itu, bulan juga akan berada dekat dengan bintang Regulus di konstelasi Leo.

Semua pemandangan ini dapat dilihat dengan mata telanjang, tetapi untuk mendapatkan gambaran yang lebih dekat dan spektakuler mengenai cahaya Da Vinci di permukaan bulan, menggunakan teropong bintang atau teleskop akan membantu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Arlina Laras
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper