Kata Bill Gates Soal AI: Bisa Atasi Ketimpangan hingga Perubahan Iklim

Reni Lestari
Minggu, 26 Maret 2023 | 22:10 WIB
Co-chair Bill and Melinda Gates Foundation, Bill Gates menjadi pembicara saat Bloomberg New Economy Forum di Beijing, China, Kamis (21/11/2019). Bloomberg/Takaaki Iwabu
Co-chair Bill and Melinda Gates Foundation, Bill Gates menjadi pembicara saat Bloomberg New Economy Forum di Beijing, China, Kamis (21/11/2019). Bloomberg/Takaaki Iwabu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Miliarder sekaligus pendiri Microsoft, Bill Gates, mengisyaratkan bakal memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam kegiatan amalnya di Bill & Melinda Gates Foundation.

Dengan tidak mengecilkan risiko dan dilema yang menyertai kehadirannya, Bill Gates menyarankan beberapa hal yang dapat dilakukan umat manusia dengan AI.


Dia menyebut ketimpangan hingga perubahan iklim sebagai area dimana AI dapat berperan penting. Meski demikian, Gates tak menampik serangkaian risiko yang mengiringi merebaknya penggunaan AI, termasuk isu-isu terkait tenaga kerja, sistem hukum, privasi, bias, dan masih banyak lagi.

"Teknologi baru apa pun yang begitu mengganggu pasti membuat orang tidak nyaman, dan itu berlaku pula untuk AI," kata Gates dalam postingan di laman gatesnotes.com, dikutip Minggu (26/3/2023).

Gates mengaku telah beberapa lama memikirkan bagaimana AI dapat mengurangi ketimpangan paling buruk di dunia. Demikian pula dengan risiko perubahan iklim.

Di Amerika Serikat, misalnya, peluang terbaik untuk mengurangi kesenjangan adalah dengan meningkatkan pendidikan, khususnya memastikan anak-anak berhasil dalam matematika.

"Bukti-bukti menunjukkan bahwa memiliki keterampilan matematika dasar membuat anak sukses, apa pun karier yang mereka pilih. Namun, prestasi dalam matematika menurun di seluruh negeri, terutama bagi siswa berkulit hitam, [berdarah Amerika] Latin, dan berpenghasilan rendah. AI dapat membantu membalikkan tren itu," jelasnya.

Meski belum menemukan signifikansi antara AI dan perubahan iklim, Gates meyakini teknologi itu dapat membantu mengurangi kesenjangan bagi masyarakat paling miskin yang paling terdampak, meski mereka juga yang paling sedikit kontribusinya terhadap bencana iklim.

"Ketidakadilan perubahan iklim adalah bahwa orang-orang yang paling menderita—yang paling miskin di dunia—juga adalah orang-orang yang paling sedikit berkontribusi terhadap masalah ini. Saya masih berpikir dan belajar tentang bagaimana AI dapat membantu," jelasnya.

Melalui pernyataan tersebut, Gates tampaknya akan melibatkan AI dalam aksi-aksi sosial yang dikerjakan yayasan amalnya.

"Yayasan ini akan berbicara lebih banyak tentang AI dalam beberapa bulan mendatang," lanjut Gates.

Gates juga menggarisbawahi bahwa dunia perlu memastikan bahwa manfaat dari AI harus dirasakan oleh setiap orang, dan bukan hanya kalangan kaya semata.

Pemerintah dan lembaga filantropi, katanya, perlu memainkan peran utama dalam memastikan bahwa hal itu mengurangi ketidaksetaraan dan tidak berkontribusi terhadapnya. Ini adalah prioritas untuk pekerjaan saya sendiri yang berhubungan dengan AI.

"Kesehatan dan pendidikan global adalah dua area di mana ada kebutuhan besar dan tidak cukup pekerja untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Ini adalah area di mana AI dapat membantu mengurangi ketidakadilan jika ditargetkan dengan benar. Ini harus menjadi fokus utama pekerjaan AI," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Reni Lestari
Editor : Reni Lestari
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper