Penomoran Konvergensi Diatur, XL Axiata (EXCL) Berharap Nomor Seluler Jadi yang Utama

Leo Dwi Jatmiko
Senin, 30 Januari 2023 | 10:33 WIB
Karyawan melayani pelanggan di salah satu XL Center di Jakarta, Minggu (30/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melayani pelanggan di salah satu XL Center di Jakarta, Minggu (30/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT XL Axiata Tbk. (EXCL) berharap kerangka penomoran antara jaringan tetap dan mobile (seluler) dapat berdampingan dengan prioritas menggunakan penomoran seluler sebagai penomoran utama untuk layanan fixed mobile convergence (FMC) atau konvergensi. 

Group Head Corporate Communications XL Axiata Retno Wulan mengatakan secara penetrasi, layanan seluler lebih luas dibandingkan dengan layanan internet tetap. Sehingga, ketika penomoran konvergensi diatur, harapan XL nomor FMC dan seluler tetap dapat hidup berdampingan. 

“Hal ini mengingat kemudahan dan penetrasi layanan mobile lebih besar jika dibandingkan dengan jaringan tetap itu sendiri,” kata Wulan kepada Bisnis, Senin (30/1/2023). 

Diketahui jaringan seluler XL telah menjangkau 469 kota/kabupaten, sementara itu produk konvergensi XL, XL Satu, baru hadir di 53 kota/kabupaten. Adapun per kuartal III/2022, jumlah pelanggan seluler XL mencapai 57,4 juta, sementara itu pelanggan XL Satu sekitar 120.000 pelanggan. 

Wulan menambahkan teknologi FMC yang mengelola perangkat dan infrastruktur untuk layanan telekomunikasi pada jaringan tetap dan bergerak membutuhkan regulasi dengan mengedepankan skema lisensi yang selalu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. 

Dengan kehadiran regulasi yang sesuai dengan skema lisensi harapannya tata kelola penomoran dapat berjalan berjalan bersama (interoperability) dengan baik dan terjamin.

Sebelumnya, penomoran FMC menjadi salah satu isu yang sedang dibahas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan masuk dalam rancangan perubahan fundamental technical plan (FTP). Regulasi FTP nantinya wajib diterapkan oleh seluruh penyelenggara telekomunikasi, di mana beberapa dari mereka telah memiliki produk FMC. 

Kemenkominfo selaku regulator selama ini telah mengalokasikan nomor telepon geografis ke jaringan tetap dan nomor nomaden ke jaringan bergerak (seluler). Dalam praktik FMC, nomor yang dimiliki pelanggan FMC adalah nomor bergerak dan nomor tetap, yang mana hal ini belum diatur oleh regulator. 

Untuk mengatasi hal ini, dalam dokumen yang diterima Bisnis, terdapat beberapa yaitu nomor seluler dan nomor tetap hidup berdampingan atau kerangka penomoran baru diperkenalkan. 

Ketika nomor seluler dan nomor tetap berjalan masing-masing tetapi saling terkoneksi, maka jika terdapat panggilan telepon ke salah satu nomor, nomor yang lain ikut bunyi.

Adapun jika pemerintah mengeluarkan pengaturan nomor khusus (kerangka penomoran baru), maka jika nomor tersebut dipanggil akan membunyikan nomor seluler dan nomor tetap sesuai pengaturan. 

Terdapat juga opsi nomor tetap sebagai nomor utama. Artinya jika nomor tetap dipanggil, nomor selular akan ikut bunyi, sedangkan jika nomor seluler nya dipanggil, yang bunyi hanya seluler nya saja, prinsip ini juga berlaku sebaliknya. 

XL Axiata sendiri terus mendorong produk XL Satu, produk konvergensi XL. Saat ini layanan XL SATU telah menjangkau sebanyak 53 kota dan kota kabupaten di Indonesia, di antaranya yaitu Medan, Deli Serdang, Binjai,Palembang, Jabodetabek, Denpasar, Balikpapan, dan Palu. 

XL menghadirkan promo paket baru XL SATU dengan harga mulai Rp276.000 per bulan untuk mengakuisisi pelanggan baru. Promo ini tersedia sejak 9 Januari 2023 lalu dan akan berakhir hingga 28 Februari 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Kahfi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper