Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Indonesia Bakal Jadi Target Utama Investasi Startup di Asia Tenggara

Pada tahun lalu, total pendanaan untuk startup di Indonesia sendiri mencapai 22 persen  dari total pendanaan di kawasan Asia Tenggara di 2022. 
Khadijah Shahnaz Fitra
Khadijah Shahnaz Fitra - Bisnis.com 15 Januari 2023  |  17:46 WIB
Indonesia Bakal Jadi Target Utama Investasi Startup di Asia Tenggara
Ilustrasi Startup. Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- Di tengah ancaman ekonomi global dan tech winter, Indonesia bakal menjadi pasar pendanaan startup utama di Asia Tenggara pada 2023. 

Berdasarkan riset DataVantage dari DealStreetAsia, Minggu (15/1/2022) pada tahun lalu, total pendanaan untuk startup di Indonesia mencapai 22 persen dari total pendanaan di kawasan Asia Tenggara di 2022. 

Menariknya, pendanaan kepada startup pada 2022 mengalami penurunan 61 persen atau US$3,71 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.  Hal ini pun dikarenakan adanya krisis di sektor teknologi dunia yang mengakibatkan minimnya mega funding deals.

Sementara, total di Indonesia mencapai jumlah 253 dengan total dana yang meningkat 14 persen dari tahun sebelumnya. Hal tersebut sebagian besar disokong oleh investasi di tahap awal (seed stage).

Data tersebut juga mengindikasikan adanya dana investasi baru sebesar US$5 miliar untuk ditempatkan di kawasan Asia Tenggara dan lebih dari 60 persen dana ini akan dialokasikan di Indonesia. 

Strategi ini dianggap penting untuk mendukung ekosistem startup Indonesia melewati masa tech winter yang tengah berlangsung saat ini. 

Meskipun pada 2022 startup di Indonesia mengalami guncangan yang besar, terdapat tiga startup Indonesia yang mencapai mencapai status unikorn. Mulai dari, perusahaan fintech lending Akulaku, perusahaan e-payment DANA, dan platform pinjaman konsumen Kredivo.

Ketiga startup ini pun berhasil menjadi bagian dari delapan perusahaan rintisan di Asia Tenggara yang berstatus Unicorn atau melewati valuasi US$1 miliar. Adapun jika dibandingkan 2021, ada 23 startup yang menjadi unikorn.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp investasi startup asia tenggara
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top