Startup Xurya Klaim Produksi 589 Juta KwH Energi Bersih pada 2022

Khadijah Shahnaz Fitra
Rabu, 11 Januari 2023 | 18:30 WIB
Ilustrasi PLTS atap./Istimewa
Ilustrasi PLTS atap./Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Xurya Daya Indonesia (Xurya), startup energi terbarukan, telah memproduksi lebih dari 589 juta KwH energi bersih dan menciptakan 1.792 pekerjaan hijau sepanjang 2022.

Managing Director Xurya Eka Himawan mengatakan Xurya telah melakukan ekspansi bisnis serta meraih berbagai keberhasilan dalam mengembangkan proyek instalasi PLTS Atap untuk industri hingga akhir 2022.

"Tercatat, Xurya telah berhasil memproduksi 589,71 juta kWh energi bersih yang efektif menangkal sebanyak 548.433 ton CO2, serta berhasil membuka lapangan pekerjaan hijau untuk 1.792 orang," ujar Eka dalam keterangan resmi, Rabu (11/1/2023).

Hal ini pun sejalan dengan pemerintah yang memiliki target pencapaian bauran energi nasional dari energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025. Xurya berkontribusi dalam menjangkau lebih banyak industri untuk mulai melakukan instalasi PLTS Atap di berbagai daerah di Indonesia.

Xurya telah melakukan lebih dari 100 proyek instalasi PLTS Atap di Indonesia, dengan rincian 86 Proyek PLTS Atap yang telah beroperasi serta 32 proyek PLTS Atap lainnya yang masih dalam tahap konstruksi.

Eka juga mengatakan kebijakan dan arahan pemerintah mengenai penggunaan PLTS Atap untuk industri menjadi salah satu faktor terjadinya kenaikan permintaan instalasi PLTS Atap.

Hingga akhir 2022, Xurya melakukan ekspansi bisnis dengan membuka kantor cabang ke berbagai daerah di Indonesia, yaitu Medan, Semarang, dan Surabaya untuk menjangkau lebih banyak industri agar mulai menggunakan PLTS Atap.

"Berbagai pencapaian yang diraih oleh Xurya juga berdampak pada ketersediaan ribuan lapangan pekerja hijau. Hal ini menjadi salah satu komitmen Xurya untuk tidak hanya berfokus kepada instalasi PLTS Atap, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia,” jelas Eka.

Indonesia sendiri berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emission maksimal pada 2060. Selain karena kebijakan serta komitmen tersebut, kenaikan permintaan instalasi PLTS Atap juga dipercaya karena adanya faktor tuntutan pasar yang semakin kuat akan produk hijau (green product) dan industri hijau (green industry).

Keberhasilan Xurya juga ditandai oleh beberapa pendanaan yang didapatkan sepanjang 2022 dengan total mencapai US$33 juta atau setara dengan Rp501 miliar.

Dengan total pendanaan tersebut, Xurya akan melakukan perluasan pembangunan PLTS Atap di Indonesia untuk mempercepat transisi energi dan Net Zero Emission.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper