Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Amvesindo Beberkan Sektor Potensial Startup di 2023, Apa Saja?

Amvesindo mengungkapkan ada beberapa sektor bisnis potensial yang dapat dicoba oleh startup baru di 2023.
Khadijah Shahnaz Fitra
Khadijah Shahnaz Fitra - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  17:06 WIB
Amvesindo Beberkan Sektor Potensial Startup di 2023, Apa Saja?
Ilustrasi Startup. Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) memperkirakan akan banyak perusahaan rintisan atau startup baru yang bermunculan di 2023.

Bendahara Amvesindo, Edward Ismawan Chamdani, mengatakan dengan pertumbuhan CAGR digital economy Indonesia yang saat ini konsisten di kisaran 20-25 persen, maka masih ada peluang untuk bermunculan startup baru pada 2023.

Edward juga menambahkan ada beberapa sektor yang dapat dicoba oleh startup baru. Saat ini beberapa sektor memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan sektor yang sudah lebih "mature" seperti e-commerce.

"Online travel, digital financial services khususnya di ranah investment/wealth management, logistik, online media/entertainment menampakkan pertumbuhan yang meningkat kembali," kata Edward kepada Bisnis, Senin (5/12/2022)

Dia juga mengatakan kota-kota di tier 2 dan tier 3 sangat berpotensi bagi beberapa startup baru untuk memulai, terlebih para startup saat ini belum sepenuhnya merambah kota-kota tersebut.

"Jadi bisa dibilang tahun 2023 akan cukup menarik dan berpotensi bagi para startup baru di Indonesia," ujarnya.

Senada, East Ventures, perusahaan modal ventura, optimistis dengan pertumbuhan perusahaan rintisan pada tahun depan bakal tetap positif meski dihadapkan pada tech winter.

Managing Partner East Ventures, Roderick Purwana, menjelaskan salah satu alasan East Ventures optimis dikarenakan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Berdasarkan data dari Google, Temasek dan Bain & Company dalam studi berjudul eConomy SEA 2022 tersebut, nilai ekonomi digital di Indonesia diprediksi akan mencapai US$77 miliar atau setara Rp1.197,8 triliun (kurs Rp15.557 per US$) pada 2022. Angka ini merefleksikan pertumbuhan 22 persen secara tahunan.

"Kalau dibandingkan pertumbuhan GDP Indonesia, GMV Indonesia mencapai dua kali lipat pertumbuhannya. Maka tema untuk 2023 kita tetap Bullish [optimis] untuk startup dan digital ekonomi," ujar Rodrick, Senin (5/11/2022)

Lebih lanjut, Rodrick mengaku yakin pada 2023 startup masih akan tumbuh dan hadir meskipun adanya tantangan global berupa pandemi Covid-19 dan perubahan geopolitik akibat perang Rusia dan Ukraina.

Menurutnya, tantangan tersebut bakal berdampak terhadap supply chain, finansial, inflasi dan krisis energi hingga mengakibatkan tekanan ekonomi di seluruh negara.

"Saya yakin di 2023, startup baru pun akan tetap ada. Terlebih dengan adanya dukungan ekonomi digital Indonesia," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp Amvesindo perusahaan rintisan
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top