Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Digital Bakal Jadi Tulang Punggung Perekonomian Nasional

Potensi ekonomi digital masih akan terus tumbuh ke depannya, bahkan diprediksi akan mencapai 146 miliar dolar AS pada 2025.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 24 November 2022  |  02:23 WIB
Ekonomi Digital Bakal Jadi Tulang Punggung Perekonomian Nasional
Ekonomi digital - Freepik
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA -Pemerintah Indonesia disarankan untuk mendorong ekonomi digital yang diprediksi dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa depan.
Berdasarkan hasil riset dari Google, Temasek, dan Bain & Company, Gross Market Value (GMV) dari ekonomi digital Indonesia mencapai 70 miliar dolar AS pada 2021, menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Laporan itu juga mengatakan tingkat pertumbuhan majemuk (Compound Annual Growth Rate/CAGR) dari ekonomi digital Indonesia sebesar 20 persen sehingga GMV-nya akan menjadi 146 miliar dolar AS pada 2025.
Senada dengan riset itu, pengamat Ekonomi Digital Heru Sutadi menyebut bahwa sekitar 40 persen pangsa pasar ekonomi digital ASEAN, ada di Indonesia.
Selain itu, menurut Heru, nilai transaksi ekonomi digital di Indonesia diprediksi mampu mencapai 130 miliar dolar AS pada 2025 dan akan terus naik hingga 360 miliar dolar AS di 2030. 
 
"Karena memang banyak produksi dan diperkirakan bahwa Indonesia akan menjadi negara ekonomi digital terbesar. Tidak hanya di Asia Tenggara dan di Asia. Bahkan berharap Indonesia bisa menjadi digital hub di dunia,” tutur Heru dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (23/11).
 
Heru juga mengemukakan pada forum Presidensi G20 kemarin Pemerintah Indonesia juga sempat menyampaikan bahwa transformasi digital saat ini dibutuhkan.
Beberapa sektor yang harus segera melakukan transformasi digital, menurut Heru adalah sektor ekonomi digital seperti e-commerce, keuangan, kesehatan dan pendidikan.
"E-commerce berkembang jika produknya dibuat atau dihasilkan dari dalam negeri. Kalau kita hanya mengimpor untuk produk e-commerce, kita hanya jadi pasar, itu pun kalau dapat bagian tidak besar,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi digital ecommerce transformasi digital asia tenggara
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top