CEO GOTO Menangis saat Umumkan PHK 1.300 Karyawan

Newswire
Sabtu, 19 November 2022 | 00:40 WIB
Pengemudi ojek online (ojol) menunjukan logo GoTo di Jakarta, Rabu (26/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pengemudi ojek online (ojol) menunjukan logo GoTo di Jakarta, Rabu (26/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.300 karyawannya pada Jumat (18/11/2022).

Karyawan Tokopedia bercerita tentang suasana CEO Briefing untuk mengumumkan PHK. Pertemuan tersebut digelar pada Jumat (18/11) pagi secara online bersama seluruh karyawan.

Seorang pegawai Tokopedia bercerita CEO GoTo, Andre Soelistyo, CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, dan COO Tokopedia, Melissa Siska Juminto menangis saat memberikan kabar tersebut. 

"Sedih. Andre nangis, Pak William nangis, Kak Melissa juga nangis," ujarnya seperti dikutip dari Tempo, Jumat (18/11/2022).

Saat menerima undangan rapat townhall, dia menuturkan tak ada satu karyawan pun yang mengetahui isi pembahasan. Judul undangan hanya tertulis 'CEO Briefing'.

Namun, dia mengatakan karyawan sudah menebak-nebak soal pemangkasan jumlah karyawan. Terlebih kabar PHK grup GoTo sudah santer dibicarakan oleh berbagai media massa.

Menurutnya, pertemuan tersebut adalah pengalaman pertama bagi karyawan Tokopedia dengan suasana amat sedih. Pertemuan berlangsung tak sampai 1 jam. 

Kini, BA dan karyawan lainnya di seluruh negara operasional Gojek, Tokopedia, dan GoTo Finansial sedang menunggu kabar dirinya masuk ke dalam 12 persen pekerja yang terkena PHK. Dia mengatakan karyawan yang terdampak PHK mendapat kabar surat elektronik atau email pada pukul 18.00 WIB.

PHK yang dilakukan GoTo merupakan pemangkasan dengan jumlah terbesar di Indonesia. Tak hanya di Indonesia, PHK dilakukan di seluruh negara operasional GoTo, yakni di Singapura, India, dan Vietnam. Langkah GoTo ini turut menambah jajaran perusahaan raksasa di bidang teknologi digital yang melakukan PHK massal pada 2022, di antaranya Microsoft, Twitter, Shopee, Meta Platforms Inc. hingga Apple Inc. 

GoTo adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia yang terdiri dari beberapa layanan gabungan Tokopedia dan Gojek. Gojek sendiri sempat mengklaim telah berkontribusi sebesar 2 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

CEO Grup GoTo, Andre Soelistyo, telah menjelaskan duduk perkara PHK ini kepada media. GoTo menyatakan akan berkomitmen memberi dukungan yang komprehensif selama masa transisi terhadap para karyawan yang terdampak. 

"Karyawan berhak memiliki laptop yang saat ini mereka gunakan dan mengakses berbagai program pelatihan," ujar Andre.

Karyawan yang terkena PHK juga mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan direktori alumni GoTo, di mana perusahaan dapat memberikan rekomendasi kepada berbagai perusahaan dalam jaringan rekanan bisnis Grup GoTo.

Seluruh karyawan juga akan memperoleh paket kompensasi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan di tiap negara di mana GoTo beroperasi. 

Dukungan finansial, antara lain berupa tambahan satu bulan gaji juga dijanjikan oleh perusahaan untuk para karyawan yang terdampak, serta kompensasi pengganti periode pemberitahuan (notice in-lieu). Selain itu, karyawan berhak mendapatkan bantuan pencarian kerja serta layanan konseling juga akan diberikan kepada karyawan yang terdampak. Kemudian fasilitas konseling karir, keuangan, dan psikologi akan tersedia sampai akhir bulan Mei 2023. 

Sementara itu, GoTo meyakini langkah perusahaan itu tidak akan mempengaruhi layanan GoTo kepada konsumen serta mitra pengemudi dan pedagang. Namun, GoTo akan memfokuskan lini bisnisnya pada tiga layanan inti, yaitu on-demand, e-commerce dan financial technology.

"Keputusan sulit ini tidak dapat dihindari supaya Perusahaan lebih agile dan mampu menjaga tingkat pertumbuhan sehingga terus memberikan dampak positif bagi jutaan konsumen, mitra pengemudi, dan pedagang," ujar Andre.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Newswire
Sumber : Tempo.Co
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper