Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Startup Wealthtech Kian Seksi, Harry Tanoe akan Ikuti Jejak Astra (ASII)

Saat ini Astra menjadi satu konglomeras yang sudah menggarap bisnis wealthtech melalui aplikasi Moxa.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 10 November 2022  |  17:42 WIB
Startup Wealthtech Kian Seksi, Harry Tanoe akan Ikuti Jejak Astra (ASII)
Ilustrasi. - Bisnis/Yayan Indrayana
Bagikan

Bisnis.com, BADUNG — Perusahaan konglomerasi milik Hary Tanoesoedibjo, MNC Group akan mengikuti jejak PT Astra International Tbk. (ASII) menggarap potensi bisnis wealthtech atau fintech pengelola kekayaan.

Sejauh ini Astra telah memiliki Moxa yang mengumpulkan segala aktivitas keuangan pelanggan secara digital. Aplikasi ini memberikan layanan pinjaman, asuransi, kredit kendaraan bermotor, hingga investasi.

Kepala Eksekutif Group Inovasi Keuangan Digital OJK Triyono Gani mengatakan bahwa Moxa akan menjadi prototipe bagi perusahaan konglomerasi lain. “Yang sudah bicara di antaranya MNC Group menuju ke arah sana juga,” katanya di sela acara 4th Indonesia Fintech Summit di Padma Resort Hotel, Bali, Rabu (10/11/2022).

Adapun berdasarkan data survei DSiinovative bertajuk Fintech Report 2021–2022 Q1 terhadap 890 responden di Indonesia, startup wealthtech menjadi platform teknologi yang tengah naik daun. Penetrasi layanan digital pengelola kekayaan ini berada di peringkat keempat atau sebesar 39 persen.

Capaian itu berada di bawah marketplace yang sebesar 76 persen, pembayaran digital 68 persen, dan ride-hailing 39 persen.

Terpisah, peneliti ekonomi digital Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menyebut fintech wealth management  tetap mempunyai pangsa pasar yang kuat dan di masa depan akan semakin banyak digunakan.

"Menurut saya ada tiga hal yang saya yakin potensinya besar terkait startup wealthtech," ujarnya, Senin (21/3/2022).

Pertama, menurut Huda, faktor penentu tumbuhnya wealthtech adalah kelas menengah yang memiliki pendapatan lebih sehingga dapat digunakan untuk investasi atau memiliki tabungan. Selain itu juga karena banyaknya kalangan generasi muda dari Gen-Z dan Milenial yang gandrung berinvestasi.

Kedua menurut Huda adalah makin banyaknya perusahaan yang melantai di bursa saham pada masa mendatang, terutama perusahaan teknologi. Ketiga adalah perkembangan teknologi yang sangat pesat semakin memudahkan orang untuk bertransaksi dan berinvestasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wealthtech hary tanoe astra StartUp fintech
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top