Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pentingnya Transformasi Listrik Pintar dengan Berorientasi Kebutuhan di Masa Depan

Sektor kelistrikan berpacu dengan waktu untuk dapat bergerak dengan lincah dengan memanfaatkan teknologi digital.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 09 November 2022  |  18:04 WIB
Pentingnya Transformasi Listrik Pintar dengan Berorientasi Kebutuhan di Masa Depan
Ilustrasi/ ANTARA FOTO - Mohammad Ayudha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Peringatan Hari Listrik Nasional beberapa waktu lalu merupakan momen penting bagi pemangku kelistrikan dan masyarakat di Indonesia.

Sebagai negara kepulauan tentunya tidak sedikit tantangan yang dihadapi dalam pembangunan sistem jaringan kelistrikan yang merata dan dapat diandalkan.

Di sisi lain, sektor kelistrikan juga dituntut untuk dapat mengatasi perubahan iklim dengan menghasilkan energi yang bersih dan sustainable.  

Sektor kelistrikan berpacu dengan waktu untuk dapat bergerak dengan lincah dengan memanfaatkan teknologi digital, dan beralih dari sumber energi fosil ke sumber energi terbarukan.

Kombinasi elektrifikasi dan digitalisasi atau dikenal dengan istilah Electricity 4.0 merupakan cara tercepat untuk mencapai target emisi nol bersih.

Elektrifikasi merupakan vektor terbaik untuk dekarbonisasi, sementara teknologi digital memungkinkan visibilitas menyeluruh dari yang sebelumnya tidak terlihat/terdeteksi menjadi terlihat, memungkinkan operator mengantisipasi kerusakan perangkat sebelum terjadi kegagalan, mengurangi limbah, dan meningkatkan efisiensi.

Meski begitu transformasi jaringan listrik pintar atau disebut smart grid juga memiliki tantangan tersendiri. Adopsi teknologi digital yang hampir merata di seluruh sektor mulai dari bangunan & perumahan, industri, telekomunikasi dan transportasi dan masih banyak lagi mengubah mekanisme komunikasi dengan sistem jaringan listrik yang sebelumnya bersifat satu arah menjadi dua arah.

Sistem kelistrikan semakin kompleks dan perlu terintegrasi, dan dikelola secara cerdas di tingkat lokal dan di tingkat jaringan distribusi, agar dapat berkomunikasi dengan sistem manajemen bangunan, stasiun pengisian daya kendaraan listrik, jaringan microgrid, dan lainnya. Dengan begitu, operator sistem distribusi dapat memprediksi, memantau dan mengambil aksi dalam memastikan ketersediaan dan kebutuhan terpenuhi dengan baik, sekaligus memastikan aspek sustainability-nya.

Dibutuhkan perencanaan strategis, dan holistik dengan berorientasi pada kebutuhan di masa depan agar pengembangan dan pengelolaan smart grid benar-benar dapat mendukung pengendalian perubahan iklim, dan memenuhi lonjakan kebutuhan listrik masa depan akibat beralihnya mayoritas sektor ke daya listrik.

"Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, Schneider Electric percaya dibutuhkan kemitraan strategis memberdayakan mitra kelistrikan yang terdepan dan memiliki visi dan misi yang sama untuk membangun dunia kelistrikan yang baru," tulis Roberto Rossi, Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste dalam keterangan tertulis kepada Bisnis, Rabu (9/11/2022).

Sistem kelistrikan masa depan harus ditunjang dengan mitra teknologi yang berorientasi pada kesederhanaan (simplified), keterbukaan (open system), dan teknologi berbasis software (software-oriented technology). Tujuannya untuk memaksimalkan potensi sektor kelistrikan dalam mendukung kebutuhan masa depan baik dari sisi suplai maupun dampak lingkungan.

"Schneider Electric sebagai mitra lama PT. PLN Persero siap mendukung transformasi sistem distribusi listrik di Indonesia."

Kemitraan terbaru Schneider Electric bersama PT PLN (Persero) adalah digitalisasi panel listrik di 5 wilayah yang dikelola oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Jaya. Dengan pemanfaatan Smart RMU dari Schneider Electric memungkinkan tim teknis PLN untuk melakukan kontrol jarak jauh terhadap performa panel, efisiensi waktu pemeliharaan, meningkatkan akurasi pembacaan arus dan tegangan panel serta meningkatkan keamanan staf teknis terhadap potensi kecelakaan kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

schneider electric listrik PLN
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top