Jelajah Sinyal: Ruang Penetrasi Internet di Nusa Tenggara Masih Besar

Leo Dwi Jatmiko
Jumat, 4 November 2022 | 21:38 WIB
Foto udara salah satu Base Transceiver Station (BTS) PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) di kawasan Sobo, Ngada, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/11/2022). Site Management NTT Regional Bali Nusa PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Foto udara salah satu Base Transceiver Station (BTS) PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) di kawasan Sobo, Ngada, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/11/2022). Site Management NTT Regional Bali Nusa PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Potensi penetrasi internet di wilayah Nusa Tenggara, baik itu Nusa Tenggara Timur atau Nusa Tenggara Barat, masih terbuka lebar. Kehadiran infrastruktur internet akan membuat penetrasi di wilayah ini makin tinggi.

Survei Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) pada kuartal II/2022 menyebutkan bahwa penetrasi internet di Nusa Tenggara baru sebesar 68,48 persen. Berarti, ada sekitar 31 persen dari total penduduk Nusa Tenggara yang belum mendapat akses internet.

Tidak hanya itu, kontribusi penetrasi internet di Nusa Tenggara secara nasional juga rendah hanya 2,71 persen. 

Di bawah Sulawesi dan Kalimantan yang masing-masing sebesar 5,53 persen dan 4,88 persen. Adapun penetrasi internet di Kalimantan sebesar 79,09 persen dan Sulawesi sebesar 75,05 persen.

Jika dibandingkan dengan kuartal II/2022 kontribusi internet Nusa Tenggara sebesar 2,6 persen. Artinya dalam 2 tahun terjadi peningkatan 11 bps, seiring dengan hadirnya infrastruktur internet di daerah timur Indonesia tersebut.

Sementara itu jika ditarik lebih jauh, menurut Survei APJII, Nusa Tenggara masuk dalam wilayah Indonesia Timur. 

Dibandingkan dengan wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Barat, penetrasi internet di Indonesia Timur adalah yang terendah yaitu sebesar 68,65 persen. Artinya sekitar 31 persen penduduk di Indonesia Timur belum tersentuh internet.

Adapun secara nasional, jumlah pengguna internet di Indonesia pada kuartal II/2022 mencapai 210,02 juta pengguna, dengan tingkat penetrasi mencapai 77,02 persen. 

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan 2020 yang sebesar 196,71 juta dan 2018 yang sebesar 171,17 juta.

Pun dengan Penetrasi internet di Tanah Air terus meningkat. Pada 2020 dan 2018, penetrasi internet hanya sebesar 64,8 persen dan 73,7 persen.

Dalam pelepasan Tim Jelajah Sinyal, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan di NTT terdapat 599 akses internet dan sekitar 156 akses internet  disediakan gratis oleh pemerintah bagi layanan-layanan.

"Akses internet di sekolah, kantor desa, puskesmas. Itu dibiayai langsung oleh Kominfo. Jadi jangan hanya BTS-nya, tetapi juga akses internet,” kata Johnny.

Dia mengatakan pemerintah mengambil bagian dalam memangkas kesenjangan digital di Indonesia, dengan ikut terlibat dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi seperti Palapa Ring. Jaringan tulang punggung itu akan  menghubungkan titik yang belum terhubung dengan 4G.

Pemerintah, lanjutnya, juga membangun satelit untuk memberikan internet lewat jalur udara. Dalam rencana pemerintah, pertengahan 2023 akan meluncur Satelit Multifungsi Satria dengan kapasitas 150 Gbps. Satelit tersebut akan menyuntikan internet ke 150.000 titik.

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dari 83.218 desa dan kelurahan, masih ada 12.548 desa dan kelurahan yang belum memiliki akses internet 4G.

Pemerintah berbagi peran dengan operator telekomunikasi dalam menyalurkan internet ke daerah tersebut. Sebanyak 9.113 desa yang belum tersentuh 4G dan berada di daerah 3T menjadi tanggung jawab pemerintah. Sisanya, operator seluler

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper