Sukarela Beri Lahan Menara BTS, Bupati Ende: Warga Senang Digitalisasi

Oktaviano DB Hana
Selasa, 1 November 2022 | 05:32 WIB
Foto udara salah satu Base Transceiver Station (BTS) milik PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (Mitratel) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (30/10/2022)/JIBI/Bisnis/Suselo Jati
Foto udara salah satu Base Transceiver Station (BTS) milik PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (Mitratel) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (30/10/2022)/JIBI/Bisnis/Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, ENDE - Pemerintah Kabupaten Ende menegaskan akan terus mendukung pengembangan infrastruktur telekomunikasi di wilayahnya untuk memperluas manfaat digitalisasi bagi masyarakat.

Bupati Ende Djafar H. Achmad mengatakan masyarakat di wilayahnya sangat mendukung pembangunan infrastruktur teknologi, informasi dan komunikasi (TIK). 

“Kalau masalah digital, mereka [masyarakat] senang. Saya tidak ada kesulitan untuk tempat [pembangunan menara telekomunikasi],” ungkapnya kepada Tim Jelajah Sinyal, Bisnis Indonesia, yang berkesempatan untuk bersilaturahmi di kantor pemerintahan Kabupaten Ende, Senin (31/10/2022).

Djafar menjelaskan pembangunan menara telekomunikasi berupa tower base transceiver station (BTS) menjadi pilihan lantaran kondisi topografi Ende yang kompleks, mulai dari area pesisir pantai, dataran rendah hingga perbukitan.

Selain itu, jelasnya, pihaknya didukung dengan layanan internet berbasis satelit sehingga ada banyak pengembangan stasiun penerima sinyal dari satelit atau very small aperture terminal (VSAT).

Untuk pengembangan infrastruktur tersebut, jelas dia, masyarakat di Kabupaten Ende bahkan secara sukarela menyediakan lahan.

“Kalau kami di sini banyak menerima sukarela. Kepala-kepala adat itu datang dan menyerahkan tanah, tanpa ganti rugi apapun. Saya senang, masyarakatnya mengerti. Mereka justru protes kalau tidak ada sinyal. Belum Merdeka,” ungkapnya.

Djafar mengakui bahwa digitalisasi telah memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pengembangan sejumlah sektor unggulan di wilayahnya. Dia menuturkan, Kabupaten Ende menduduki peringkat ketiga di antara kota/kabupaten di Nusa Tenggara Timur dalam hal digitalisasi usaha kecil dan menengah atau UKM. 

“Walau presentasi masih 37 persen, tapi kami rangking ketiga di NTT,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia berharap dukungan pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) untuk terus memperluas ketersediaan jaringan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di Kabupaten Ende.

“Kami berharap ke depan masih ada penambahan jaringan infrastruktur di titik-titik yang masih tanpa sinyal [blankspot],” jelas Djafar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper