Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Daftar Startup yang PHK Karyawan di Indonesia, Ada Xendit dan Carsome

Bisnis.com merangkum daftar startup yang PHK karyawan di Indonesia, termasuk Xendit dan Carsome.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 10 Oktober 2022  |  10:57 WIB
Daftar Startup yang PHK Karyawan di Indonesia, Ada Xendit dan Carsome
Ilustrasi perusahaan rintisan (startup) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) - Dice Insights
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Xendit dan Carsome turut menambah panjang daftar startup yang melakukan PHK karyawan di Indonesia.

Terbaru, Xendit melakukan PHK terhadap 5 persen karyawannya di Indonesia dan Filipina. Keputusan tersebut diambil dikarenakan situasi makroekonomi yang tidak menentu.

Di sisi lain, Carsome juga melakukan PHK dengan alasan untuk melakukan efisiensi. Sampai saat ini Carsome belum menyampaikan berapa banyak yang terkena PHK dan negara mana saja yang terdampak efisiensi ini.

Sepanjang tahun berjalan, sudah terjadi 902 kasus PHK yang dilakukan oleh startup di seluruh dunia. Adapun, startup saat ini sedang berjuang menghadapi masa tech winter.

Dilansir dari laman resmi Trueup, Senin (10/10/2022), tech winter telah menyebabkan total 127.986 karyawan terkena PHK. Dampak tech winter di Indonesia juga terlihat, saat ini sudah ada 14 startup yang melakukan PHK terhadap karyawannya sejak awal tahun.

Daftar Startup yang PHK Karyawan di Indonesia

1. TaniHub

Pada awal Maret 2022, TaniHub menghentikan semua layanan business to consumers (B2C), sehingga turut menghentikan operasional gudang di Bandung dan Bali.

TaniHub mengatakan keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan untuk mempertajam fokus dan meningkatkan pertumbuhan melalui kegiatan segmen business to business (B2B).

2. SiCepat

SiCepat merupakan startup awal yang menginformasikan adanya PHK terhadap ratusan karyawan di seluruh manajemen dan departemen yang tidak memenuhi standar penilaian perusahaan.

SiCepat menyebut jumlah karyawan yang terdampak kebijakan tersebut tidak mencapai 1 persen dari total karyawan. SiCepat juga mengungkapkan secara komposisi jumlah karyawan yang terdampak adalah 0,6 persen dari total sebanyak 60.000 karyawan atau tepatnya 360 karyawan.

3. LinkAja

PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja mengungkapkan melakukan reorganisasi yang berdampak pada PHK sejumlah karyawan. Meski demikian, mereka memastikan jumlah yang direorganisasi kurang dari 200 karyawan.

4. Zenius

Zenius mengumumkan PHK pada Rabu (4/8/2022), tanpa menyebutkan jumlah karyawan yang terdampak. Pada PHK pertama Zenius telah memutuskan hubungan pekerja terhadap 25 persen karyawannya atau lebih dari 200 karyawan.

Adapun, kedua PHK ini dilakukan sebagai perubahan kondisi makro ekonomi dan perilaku konsumen.

Halaman:
  1. 1
  2. 2
  3. 3

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp phk xendit Carsome
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top