Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Adopsi 5G Diprediksi Akan Masif Dilakukan Startup dan Industri

Penyedia layanan neutral hosting dhost menyampaikan para pelaku startup dan industri mengadopsi jaringan 5G lebih cepat.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 01 Oktober 2022  |  17:59 WIB
Adopsi 5G Diprediksi Akan Masif Dilakukan Startup dan Industri
Ilustrasp/Bloomberg - Stefan Wermuth
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Penyedia layanan neutral hosting dhost menyampaikan para pelaku startup dan industri mengadopsi jaringan 5G lebih cepat karena mereka membutuhkan jaringan dan kecanggihan teknologi 5G yang low latency/latensi rendah.

Apalagi, Chong Min (CEO dhost) mengatakan jaringan 5G di Indonesia memiliki peluang yang besar karena secara geografis Indonesia adalah negara luas dan beragam.

“Biasanya operator jaringan yang akan memperkenalkan layanan 5G untuk startup-startup dan industri tersebut. Inilah yang akan mendorong penerapan 5G secara luas di Indonesia," katanya saat wawancara eksklusif dengan Bisnis, Sabtu (1/10/2022).

Lebih lanjut, dia adopsi 5G lebih nyaman untuk diadopsi lantaran pelanggan bisa menggunakannya melalui managed service atau pelayanan dengan pembayaran berkala, bukan transaksi lepas, sehingga teknologi tersebut bisa berkembang seiring dengan banyaknya pelanggan yang menggunakan sistem managed service ini.

Alhasil, Investasi ini bisa dilakukan secara independen, sebab bisa disesuaikan dengan rencana bisnis perusahaan pelanggan yang berniat mengadopsi teknologi tersebut.

Dia pun memerinci manfaat 5G di sejumlah bidang, mulai dari bidang pendidikan, pemanfaatan 5G digunakan untuk memperkenalkan sensor monitoring menggunakan Internet of Things (IoT), yang meningkatkan kualitas operasional di bidang tersebut.

Kemudian, di bidang kesehatan, manfaat low latency dari 5G digunakan untuk memperingatkan kantor perawat ketika muncul keadaan darurat pada pasien-pasiennya.

Meski begitu, dia mengaku Indonesia masih merupakan negara berkembang, sehingga ARPU (average revenue per user) masih tergolong rendah sehingga hal tersebut masih menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi.

“Sebetulnya, 5G masih menjadi tantangan bagi berbagai negara di dunia, tidak hanya di Indonesia, khususnya terkait kebijakan pemerintah dan pelaku industri, baik di negara maju maupun berkembang. Namun, kami melihat bahwa Indonesia memiliki peluang yang besar, sebab secara geografis, negara ini luas dan beragam,” tuturnya

Dia melanjutkan, meskipun aaat ini 4G masih menjadi jaringan yang paling umum digunakan, tetapi 5G akan diadopsi dengan lebih cepat oleh startup dan pelaku industri, sebab mereka biasanya membutuhkan jaringan dan kecanggihan teknologi yang didukung 5G salah satunya latensi rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi 5G
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top