Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Riset Menunjukkan 88% Karyawan Indonesia Siap Lakukan Rapat Virtual di Metaverse

Ciena rilis hasil penelitian mengenai kecenderungan 88% pekerja Indonesia yang lebih memilih rapat virtual khususnya di metaverse dibanding tatap muka.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 30 September 2022  |  21:19 WIB
Riset Menunjukkan 88% Karyawan Indonesia Siap Lakukan Rapat Virtual di Metaverse
Ciena rilis hasil penelitian mengenai kecenderungan pekerja memilih rapat virtual - Ciena
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Penelitian global Ciena menunjukkan hasil memuaskan dalam kesiapan pekerja Indonesia dalam menghadapi dunia virtual.

Ciena mengeksplorasi pandangan pekerja profesional mengenai pemanfaatan platform digital yang lebih imersif dan terhubung di lingkungan kerja.

Dari penelitian tersebut, 98% responden di Indonesia mengakui value dari rapat virtual. Kemudian 88% pekerja lainnya menyatakan siap berpartisipasi dalam rapat kerja di metaverse dibandingkan tool konferensi video yang sudah ada.

Kesediaan untuk memanfaatkan lingkungan kerja virtual baru ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 78 persen.

Penelitian yang melakukan survei terhadap 15.000 profesional bisnis di 15 negara ini menemukan bahwa 66 persen pekerja Indonesia mengakui betapa efisiennya rapat virtual dan minimalnya distraksi atau celah untuk ngobrol, dibandingkan dengan rapat tatap muka.

Sementara lebih dari setengah (55%) responden setuju bahwa rapat virtual bisa menciptakan lingkungan yang memudahkan kolaborasi.

Begitu juga mayoritas profesional bisnis di Indonesia (92%) sudah merasa nyaman menggelar rapat formal di ruang virtual.

Terlepas dari tumbuhnya keinginan untuk memanfaatkan platform kerja virtual, masih ada penghalang untuk mengadopsi platform ini secara luas.

Sebanyak 59% responden Indonesia yakin bahwa performa jaringan yang tidak bisa diandalkan adalah alasan utama perusahaan enggan menggunakan platform kerja virtual. Faktor lainnya yakni adalah kekhawatiran tak mempunyai hardware yang tepat (52%) dan teknologi yang belum tersedia (43%).

Banyak bisnis sudah mendorong maju rencana inovasi digital mereka dalam beberapa tahun terakhir, dan preferensi profesional bisnis terhadap lingkungan kerja hybrid paling jelas di antara para responden.

Walaupun sering disebut sebagai tool yang consumer-centric, profesional bisnis di Indonesia mengatakan bahwa mereka akan menggunakan enhanced reality platform untuk bekerja ketimbang untuk berbelanja dan bersosialisasi.

Dalam faktanya, ketika responden Indonesia ditanya apa aktivitas di metaverse yang ingin mereka lakukan, bekerja berada di urutan kedua setelah gaming.

“Di Indonesia, jelas ada semangat untuk menerima metaverse atau enhanced reality space di tempat kerja,” ucap Dion Leung, Regional Managing Director Ciena ASEAN dalam siaran resminya.

Namun menurutnya tetap dibutuhkan infrastruktur yang tepat untuk menciptakan tempat kerja masa depan yang lebih baik.

"Jaringan kita harus cepat, bisa beradaptasi dan memiliki latensi yang rendah, serta memiliki bandwidth yang memadai untuk mendukung lingkungan kerja virtual-reality baru kita,” lanjut Dion.

Dukungan juga muncul dari sektor bisnis dan regulator yang semakin serius memandang metaverse.

"Sangat menggembirakan melihat langkah-langkah yang telah diambil untuk memperkuat infrastruktur digital dan jaringan untuk memastikan kita memiliki fondasi yang tepat untuk masa depan,”

Untuk diketahui, penelitian ini didasarkan hasil survei terhadap total 15.000 profesional bisnis, termasuk 1.000 profesional di setiap wilayah di antaranya Inggris, Jerman, Norwegia, Timur Tengah, Australia, Denmark, Jepang, Kolombia, India, Amerika Serikat, Filipina, Meksiko, Brasil, Indonesia dan Singapura pada Juni 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

metaverse virtual pekerja digital
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top