Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pesawat Luar Angkasa Senilai 300 Juta Dolar Bakal Tabrak Asteroid Malam Ini

Misi dart yang akan menabrak asteroid untuk menyelamatkan bumi atau yang biasa disebut Armageddon akan dimulai malam ini.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 26 September 2022  |  06:55 WIB
Pesawat Luar Angkasa Senilai 300 Juta Dolar Bakal Tabrak Asteroid Malam Ini
Asteroid 2013 YD48
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pesawat ruang angkasa senilai $330 juta (£300 juta) dengan kecepatan 7 kilometer per detik akan menabrak asteroid yang berjarak sekitar 11 juta kilometer di atas Samudra Hindia di tengah malam hari Senin 26 September waktu AS.

Ini merupakan uji coba NASA untuk menghancurkan asteroid Dimorphos yang memiliki berat setengah ton itu. Proyek Dart, atau uji pengalihan asteroid ganda, adalah eksperimen, atau misi pertama yang akan menguji apakah asteroid dapat dibelokkan jika ditemukan pada jalur tabrakan dengan Bumi.

Harapannya, tabrakan pesawat itu, dapat mencegah Armageddon atau tabrakan asteroid pada bumi.

Prof Alan Fitzsimmons, astronom dan anggota tim investigasi Nasa Dart di Queen's University Belfast mengatakan yang mereka lakukan adalah menggunakan energi sebanyak mungkin dari Dart untuk menggerakkan asteroid.

Misi Dart diluncurkan dari pangkalan pasukan luar angkasa Vandenberg pada November tahun lalu. Pada Senin malam, pengendali misi akan menyerahkan kendali ke perangkat lunak Dart dan membiarkan probe itu mengendalikannya. Tabrakan itu, yang akan terjadi sekitar pukul 12.14 pada hari Selasa, waktu Inggris, akan direkam oleh kamera Dart dan dua lagi di atas probe Italia kecil bernama LiciaCube.

Misi Dart juga telah disetting agar tidak menjatuhkan Dimorphos ke jalur tabrakan dengan Bumi.

Ketika Dart bertabrakan, dampaknya tidak lebih dari menaikkan awan puing dan memperlambat Dimorphos, dan mengubah orbitnya agar menjauh dari bumi.

Para astronom akan menggunakan teleskop darat untuk mengamati asteroid sebelum dan sesudah Dart bertabrakan. Di antaranya, teleskop baru yang dipasang di Turkana Basin Institute di Kenya utara bertujuan untuk menangkap momen tumbukan dan awan debu Dart muncul. Jumlah puing-puing akan tergantung pada energi tumbukan, jenis batuan Dimorphos terbuat dari dan apakah bahan terikat longgar atau erat.

Setelah tabrakan, para ilmuwan akan mengetahui seberapa banyak Dimorphos telah diperlambat oleh tabrakan tersebut. Untuk melakukan ini, mereka akan memantau kecerahan asteroid yang lebih besar, Didymos, yang sedikit meredup setiap kali Dimorphos melintas di depan untuk menyelesaikan satu putaran. Dimorphos saat ini membutuhkan waktu sekitar 12 jam untuk mengorbit Didymos, dan diperkirakan akan memakan waktu beberapa menit lebih lama setelah Dart menyerang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asteroid nasa stasiun luar angkasa
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top