Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Data SIM Card yang Bocor Mirip dengan yang Asli, Ini Kata Kemenkominfo

Kemenkominfo menemukan bahwa data SIM card yang bocor dan dijual di forum peretas ternyata ada kemiripan dengan yang asli.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 05 September 2022  |  13:42 WIB
Data SIM Card yang Bocor Mirip dengan yang Asli, Ini Kata Kemenkominfo
Ilustrasi SIM Card - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengakui bahwa data SIM Card yang dibocorkan dan dijual di forum peretas ada yang mirip dengan data asli.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan kemiripan tersebut tidak ditemukan pada semua data yang diklaim pelaku. Hanya beberapa persen saja.

"Dalam kesimpulanya tadi semua melaporkan bahwa [data yang bocor] tidak sama, tetapi ada beberapa kemiripan. Ada kecocokan data Nomor Induk Kependudukan [NIK] hingga 20 persen. Ada juga [data yang kecocokannya] 9 persen aja," kata Semuel saat konferensi pers, Senin (5/9/2022).

Dia menyebut saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai insiden kebocoran data SIM Card itu. Dalam hal ini, Kemenkominfo telah memanggil operator seluler, Dukcapil, BSSN, Ditjen PPI Kemenkominfo, hingga tim kejahatan siber Polri.

"Kami melakukan investigasi lebih dalam lagi, karena kadang-kadang hacker itu tidak menunjukkan data secara lengkap," ujarnya.

Lebih lanjut Semuel menegaskan bahwa pemerintah juga meminta pengelola data untuk terus patuh terhadap regulasi yang berlaku seperti UU ITE. Pengelola data tersebut diberi waktu untuk memastikan dan mengecek apakah data yang bocor bersumber dari sistem mereka.

"Kalau ada kebocoran itu harus ditutup. Itu menjadi tanggung jawab pengendali, mereka comply dengan aturan di BSSN," tekannya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah akun bernama Bjorka mengklaim dirinya punya 1,3 miliar data registrasi kartu SIM dengan kapasitas 87GB.

Data tersebut dijual di forum hacker breached.to dan dibanderol dengan harga US$50.000 atau sekitar Rp744 juta. Dalam postingannya, Bjorka juga menyertakan sampel data sebanyak 2GB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkominfo menkominfo sim card data bocor
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top