Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data PLN dan IndiHome Telkom Bocor? RI Kiamat Keamanan Digital

Pakar siber menilai apabila data pelanggan PLN dan Indihome dari Telkom (TLKM) bocor, bisa menjadi tanda-tanda kiamat keamanan digital di RI.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 22 Agustus 2022  |  12:44 WIB
Data PLN dan IndiHome Telkom Bocor? RI Kiamat Keamanan Digital
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pakar siber menilai data pelanggan PT PLN (Persero) dan IndiHome dari PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) yang diduga bocor bisa menjadi tanda-tanda kiamat keamanan digital di Tanah Air.

Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja menilai saat ini sebenarnya kebocoran data terjadi setiap hari tanpa disadari. Kebocoran data pada sebuah organisasi baik publik maupun swasta merupakan bukti atau cerminan bahwa kepemimpinan, kepedulian, tata kelola data dan kepatuhan sistem pengamanan yang kurang baik.

"Namun yang luar biasa adalah, bila data pelanggan dari perusahaan utilitas plat merah itu bocor, artinya kiamat [keamanan] digital," katanya, Senin (22/8/2022).

Dia berpendapat hal tersebut menjadi taruhan besar buat lembaga dan manajemennya karena yang bocor adalah Personal Identifiable Information (PII) atau data-data pribadi yang merupakan aset strategis dan penting dari organisasi tersebut.

Anehnya, sambung Ardi, makin kencang semua pihak di semua sektor berbicara tentang keamanan dan ketahanan siber, maka makin sering terjadinya insiden.

"Kita bicara tentang kebocoran data ini bukanlah kemarin, tetapi sudah dari 5-7 tahun belakangan," imbuhnya.

Secara terpisah, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha menyarankan dilakukan forensik digital untuk mengetahui celah keamanan mana yang dipakai hackers untuk menerobos data tersebut.

Bukan itu saja, menurutnya saat ini pemerintah juga harus gencar dan terus menerus menanamkan kesadaran akan pentingnya perlindungan data. Secara teknologi, misalkan dapat menggunakan enkripsi, sehingga kalaupun data bocor tetap masih terlindungi.

"Bila benar terbukti [adanya kebocoran data], mereka harus belajar dari berbagai kasus peretasan yang pernah menimpa banyak institusi dan lembaga pemerintah lainnya agar bisa lebih meningkatkan security awareness dan memperkuat sistem yang dimilikinya," tutur Pratama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom indihome keamanan data keamanan siber PLN
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top