Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data Jutaan Pelanggan Bocor? Pemerintah Diminta Evaluasi PLN

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid meminta pemerintah melakukan evaluasi terkait dengan dugaan data jutaan pelanggan PLN yang bocor.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 19 Agustus 2022  |  16:18 WIB
Data Jutaan Pelanggan Bocor? Pemerintah Diminta Evaluasi PLN
Warga melakukan pengisian listrik prabayar di Jakarta, Senin (4/7/2022). Bisnis - Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah diminta melakukan evaluasi terkait dengan dugaan data 17 juta pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang diduga bocor dan dijual di situs hacker.

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid menilai Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) beserta pihak berwenang lainnya tak perlu menunggu diundangkannya Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) untuk bisa mengambil tindakan tegas.

"Silakan dievaluasi apa yang terjadi di PLN," katanya, Jumat (19/8/2022).

Meutya mengaku belum menerima informasi lengkap perihal dugaan kebocoran data tersebut. Namun, dia meminta pihak terkait dapat melakukan pemeriksaan, bila perlu memanggil tim perlindungan data yang ada di PLN agar diketahui insiden ini terjadi karena kelalaian atau memang ada serangan siber khusus.

Nantinya, lanjutnya, bila memang ditemukan ada indikasi kelalaian dengan sengaja dari pihak PLN, Kemenkominfo dapat mengambil tindakan tegas sesuai dengam regulasi yang telah ada selama ini.

"Cuma itu juga harus dinilai lebih dulu. Misalnya betul ada kebocoran, dilihat apa ada kelalaian, ada kesengajaan atau apa itu tools-nya ada di Kominfo, [tindakannya] menggunakan peraturan di Kominfo," imbuhnya.

Sebelumnya, data pelanggan PLN diduga bocor dan dijual di forum hacker. Informasi penjualan data yang bocor tersebut diunggah sebuah akun bernama @loliyta di situs Breached.to.

"Hi, Im selling data PLN17 MILLION++ with fieldID,Idpel,Name,Consumer Name,Energy Type,Kwh,Address,Meter No,Unit Upi,Meter Type,Nama Unit Upi,Unit Ap,Nama Unit Ap,Unit Up,Nama Unit Up,Last Update,Created At," tulisnya dalam forum tersebut dikutip Jumat (19/8/2022).

Dalam unggahannya, Loliyta bahkan memperlihatkan sampel data yang diduga milik pelanggan PLN. Tampak beberapa nama pelanggan, alamat beserta tagihan mereka dalam unggahan akun tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN data keamanan data kominfo kemenkominfo dpr
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top