Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hacker Ungkap Jenis Data 17 Juta Pelanggan PLN yang Diduga Bocor

Hacker mengeklaim telah menjual data 17 juta pelanggan PLN yang diduga bocor melalui situs forum Breached.to.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 19 Agustus 2022  |  12:30 WIB
Hacker Ungkap Jenis Data 17 Juta Pelanggan PLN yang Diduga Bocor
Warga melakukan pengisian listrik prabayar di Jakarta, Senin (4/7/2022). Bisnis - Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Peretas atau hacker diduga telah menawarkan data 17 juta pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mencakup berbagai jenis.

Seperti dikutip situs Breached.to., penjualan data yang bocor tersebut diunggah sebuah akun bernama @loliyta.

Adapun, jenis data yang bocor mencakup nama pelanggan, alamat, tipe energi, nomor meter, besaran Kwh, dan lain sebagainya.

"Hi, Im selling data PLN17 MILLION++ with fieldID,Idpel,Name,Consumer Name,Energy Type,Kwh,Address,Meter No,Unit Upi,Meter Type,Nama Unit Upi,Unit Ap,Nama Unit Ap,Unit Up,Nama Unit Up,Last Update,Created At," tulisnya dalam forum tersebut dikutip Jumat (19/8/2022).

Dalam unggahannya, Loliyta bahkan memperlihatkan sampel data yang diduga milik pelanggan PLN. Tampak beberapa nama pelanggan, alamat beserta tagihan mereka dalam unggahan akun tersebut.

"Jika kalian tertarik, kontak saya di telegram: loliyta," tambahnya.

Sontak kabar bocornya data pelanggan PLN tersebut ramai jadi perbincangan warganet di Twitter. Banyak dari mereka meneruskan dan menginformasikan perihal tersebut ke akun resmi PLN @pln_123. Sayangnya, belum ada tanggapan dari BUMN tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN keamanan data data hacker
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top