Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Tren Baru Bisnis Online yang Muncul di Masa Pandemi

Pandemi juga melahirkan kesempatan dan tren baru, yaitu berkembangnya usaha lokal, usaha setempat, dan tren hiperlokal.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 13 Agustus 2022  |  16:42 WIB
Ini Tren Baru Bisnis Online yang Muncul di Masa Pandemi
Ilustrasi belanja online. / istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 telah membuat pelaku UMKM melakukan transformasi digital lebih cepat dari perkiraan. Adaptasi digital membuat pelaku usaha bertahan dan terus berkembang.

Co-Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya menuturkan bahwa pelaku UKM harus cepat beradaptasi dan mengadopsi transformasi digital agar tetap bertahan di masa pandemi.

"Transformasi ini tidak hanya mampu membuat bisnis UKM bertahan, tapi justru bertumbuh. Yang tadinya harus menunggu pelanggan datang ke tempat usaha kita, lewat adopsi digital, mendadak tempat usaha dan produk kita ada di layar genggaman calon pelanggan, di mana saja dan kapan saja,” ujarnya.

Pandemi berkepanjangan ini memunculkan efek domino, yaitu terhambatnya produksi masal akibat dari supply shock. Selain itu, terjadi inflasi yang tinggi, dan ancaman resesi global. Namun, pandemi juga melahirkan kesempatan dan tren baru, yaitu berkembangnya usaha lokal, usaha setempat, dan tren hiperlokal.

Tren yang muncul di masa pandemi ini membuat konsumen menginginkan barang yang mereka pesan bisa sampai lebih cepat dan jika memungkinkan di hari yang sama.

“Karena itu ketimbang menunggu barang dari impor yang sampainya lama maka konsumen lebih memilih penjual yang bisa mengirim barang besok sampai atau dikirim di hari yang sama,” ujarnya dalam webinar Hari UMKM Nasional 2022 Yang Lokal yang Juara yang diselenggarakan oleh Tokopedia dan Katadata dalam rangka hari UMKM Nasional.

Tren ini, memberikan dampak positif karena dengan mendukung pengusaha lokal maka membuka lapangan kerja dan juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi domestik.

Tokopedia dan Goto, juga terus berkomitmen mendukung tren-tren global khususnya memastikan penggiat UMKM lokal dapat terus tumbuh dan jadi tuan rumah di negara sendiri.

“Para penggiat UKM khususnya brand-brand masa depan Indonesia dapat dilayani oleh inovasi Tokopedia yaitu menaruh barang mereka di gudang pintar Tokopedia sehingga bisa menawarkan pengalaman hyperlocal dengan lebih konsisten khususnya pengiriman lebih cepat dan harga terjangkau,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia Teten Masduki mengatakan bahwa UMKM sebagai salah satu pilar ekonomi nasional berperan penting untuk mengoptimalkan, memulihkan, dan mengokohkan ekosistem digital di tanah air.

“UMKM sangat penting untuk mengoptimalkan ekosistem digital, bukan hanya untuk bertahan, namun untuk pulih dan kokoh sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional. Hal ini menjadi dasar Presiden Jokowi untuk menghadirkan 30 juta UMKM ke ekosistem digital pada tahun 2024. Dengan lebih dari 12 juta merchant UMKM, Tokopedia merupakan salah satu bagian dari transformasi digital UMKM,” tuturnya.

Teten menambahkan, Presiden Jokowi mengharapkan para pelaku ekonomi untuk terus tumbuh dan berkembang, dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi digital yang hingga tahun 2030 nanti mencapai 4.531 triliun rupiah, atau tumbuh sebanyak 8 kali lipat dari tahun 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneur pandemi corona digital
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top