Fenomena Sturgeon Supermoon dan Hujan Meteor, Catat Tanggal

Alifian Asmaaysi
Sabtu, 6 Agustus 2022 | 11:35 WIB
Fenomena Supermoon atau posisi bulan terdekat dengan bumi terpantau dari kota Kudus, Kamis (7/5/2020). Fenomena Supermoon terakhir untuk tahun 2020 bernama flower moon  tersebut bisa terlihat sepanjang malam di seluruh dunia dan dapat disaksikan mulai Rabu malam (6/5/2020) hingga tiga hari ke depan. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/nz
Fenomena Supermoon atau posisi bulan terdekat dengan bumi terpantau dari kota Kudus, Kamis (7/5/2020). Fenomena Supermoon terakhir untuk tahun 2020 bernama flower moon tersebut bisa terlihat sepanjang malam di seluruh dunia dan dapat disaksikan mulai Rabu malam (6/5/2020) hingga tiga hari ke depan. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/nz
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Peristiwa Supermoon akan kembali muncul pada Kamis malam (11/8/2022). Bernama Sturgeon Supermoon, bulan itu akan menjadi supermoon keempat sekaligus yang terakhir di tahun ini.

Sturgeon supermoon akan muncul di seberang Matahari dalam garis bujur Bumi pada 21:36 EDT – waktu Amerika dan sekitarnya. Namun, dilansir dari NASA Solar System Exploration, fenomena Sturgeon supermoon juga akan terjadi pada Jumat pagi (12/8/2022) untuk zona waktu di sebelah timur waktu EDT.

Di pekan kedua bulan Agustus itu, bulan akan tampak penuh selama sekitar tiga hari dimulai pada hari Rabu pagi hingga Sabtu pagi. Tak hanya peristiwa Sturgeon supermoon saja, planet Saturnus juga akan muncul di dekat bulan. 

Pasca fenomena Sturgeon supermoon, nantinya Saturnus akan terus bergerak mendekatkan jaraknya dengan bumi dan memiliki sinar yang paling terang di tahun ini.

Sturgeon supermoon dilaporkan akan terjadi ketika bulan purnama bertepatan dengan perigee Bulan (sebuah fenomena rutin yang terjadi setiap 28 hari sekali), yang mana akan terjadi ketika posisi bulan berada di posisi paling dekat dengan Bumi.

Fenomena supermoon dapat membuat bulan tampak 14 hingga 30 persen lebih terang daripada Bulan purnama pada apogee atau ketika bulan berada di titik paling jauh dari bumi dan sepanjang orbitnya.

Namun, Sturgeon supermoon dapat meredam aktivitas pengamatan dan fenomena langit lainnya yang juga akan terjadi di hari yang sama. Puncak bulan purnama 11 Agustus juga bertepatan dengan hujan meteor Perseids, yang umumnya dianggap sebagai salah satu hujan meteor terbaik tahun ini. Akibat Bumi melewati ekor komet 109P/Swift-Tuttle, yang membutuhkan 133 tahun untuk mengorbit Matahari.

Menurut Organisasi Meteor Internasional, hujan meteor Perseid diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Jumat malam hingga Sabtu pagi dini hari, 12-13 Agustus 2022, tetap aktif hingga 1 September.

Sekilas tentang Supermoon Sturgeon, beberapa publikasi menjadikan Sturgeon sebagai supermoon, karena ini adalah bulan purnama terdekat ketiga tahun ini. 

Sebelumnya, Istilah ‘supermoon’ pertama kali diciptakan oleh astrolog Richard Nolle pada tahun 1979. Sebuah bulan dapat dikatakan sebagai supermoon apabila bulan berada dalam 90 persen dari perigee, pendekatan terdekatnya ke Bumi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper