Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

East Venture Suntik Dana ke Startup Teknologi Pangan Greens

Greens mendapatkan suntikan dana dari East Venture untuk membangun ekosistem desentralisasi pangan di Indonesia.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 02 Agustus 2022  |  13:10 WIB
East Venture Suntik Dana ke Startup Teknologi Pangan Greens
Ilustrasi Startup. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - East Venture menyuntikkan pendanaan pre-seed yang tidak disebutkan nominalnya untuk startup teknologi pangan terpadu, Greens, dengan partisipasi dari investor lainnya.

Chief Executive Officer Greens Andi Si menilai suntikan pendanaan tersebut menjadi bukti kuat dari solusi dan misi yang disuguhkan perusahaan. Greens, menghadirkan teknologi pangan terintegrasi untuk menciptakan ekosistem pangan baru guna meningkatkan cara masyarakat menanam dan mendapatkan makanan.

"Dana segar ini akan digunakan untuk membangun ekosistem desentralisasi pangan dalam 2 tahap," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (2/8/2022).

Dia menambahkan pada Tahap 1 akan berfokus untuk mengaktifkan ekosistem makanan hiperlokal dengan membuat jaringan cloud untuk outlet makanan hiperlokal yang terhubung dengan platform Greens. Adapun, tahap 2 akan berfokus pada Meta Farming yang akan memungkinkan masyarakat untuk menanam makanan di metaverse baik untuk dikonsumsi pribadi maupun dijual.

Greens, lanjutnya, bertujuan untuk menghadirkan kesetaraan pangan untuk semua masyarakat melalui meta farming.

Menurutnya, di Indonesia saat ini sebanyak 48 juta metrik ton makanan terbuang secara percuma setiap tahunnya, sebagian besar karena pemrosesan, penyimpanan, transportasi, dan penjualan hasil pangan yang tidak efisien.

Dia pun menilai sebagai negara dengan sumber daya pertanian yang melimpah, Indonesia memiliki risiko erosi tanah yang sangat tinggi. Hal ini mengancam ketahanan pangan karena kurangnya kandungan organik di dalam tanah, di mana akan merusak hasil panen, yang dapat berujung pada berbagai masalah terkait kekurangan gizi bahkan kelangkaan pangan.

Selain itu, berdasarkan skor kualitas dan keamanan sistem pengendalian pangan, Indonesia menduduki peringkat 7 dari 9 negara Asean pada 2020. Beberapa hal ini merupakan masalah yang terus berlanjut dan saling berkaitan dalam sistem pangan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp east ventures investasi
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top