Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pabrik Baru Tesla Rugi Miliaran Dolar AS, Ini Kata Elon Musk

Elon Musk menyebut pabrik baru Tesla rugi miliaran dolar AS.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 24 Juni 2022  |  16:23 WIB
Pabrik Baru Tesla Rugi Miliaran Dolar AS, Ini Kata Elon Musk
Elon Musk, pendiri SpaceX dan chief executive officer Tesla Inc., saat tiba di acara penghargaan Axel Springer di Berlin, Jerman, belum lama ini - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Elon Musk mengatakan pabrik baru Tesla di Jerman dan Amerika Serikat mengalami rugi miliaran dolar AS karena kekurangan baterai dan gangguan pasokan di China.

Dikutip dari BBC, Jumat (24/6/2022), bos Tesla itu menyebut pembatasan akibat pandemi Covid-19 di China tahun ini termasuk di Shanghai, salah satu pabrik besar perusahaan makin mempersulit pabrikan untuk beroperasi.

Bahkan dalam beberapa pekan terakhir, Musk telah memperingatkan akan adanya kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan.

"Baik pabrik Berlin dan Austin adalah tungku uang raksasa saat ini. Ini benar-benar seperti suara gemuruh raksasa, yang merupakan suara uang terbakar," kata Musk.

Dia menuturkan pabrik-pabrik tersebut saat ini telah kehilangan miliaran dolar. Ada banyak biaya yang diperlukan, tetapi hampir tidak ada output atau hasil produksi. Musk menyebutnya gigafactories, yakni perusahaan telah berjuang untuk meningkatkan produksi sejak pembatasan dibuka awal tahun ini.

"Pabrik Tesla di Austin saat ini memproduksi sejumlah kecil mobil, sebagian karena beberapa komponen untuk baterainya terjebak di pelabuhan China tanpa ada yang benar-benar memindahkannya," ujarnya.

Sebagai informasi, pihak berwenang di China memberlakukan lockdown terhadap sejumlah kota awal tahun ini sebagai respons atas lonjakan kasus Covid-19. Pembatasan ketat diberlakukan pada pergerakan orang dan material termasuk di pusat keuangan, manufaktur, dan pengiriman Shanghai.

Menurut Musk, penutupan Shanghai benar-benar berdampak buruk bagi Tesla. Pasalnya, pabrik terpaksa menghentikan sebagian besar produksinya selama beberapa pekan.

Sebagian besar pabrik itu bahkan akan ditutup lagi selama dua minggu bulan depan untuk perbaikan pekerjaan. Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan output, agar bisa mencapai target perusahaan untuk memproduksi 22.000 mobil setiap minggu.

Pekan lalu, perusahaan menaikkan harga seluruh jajaran mobilnya di AS hampir 5 persen, karena biaya bahan baku termasuk aluminium dan lithium naik. Pekan ini, Tesla berencana untuk melepaskan 3,5 persen dari tenaga kerja globalnya setelah sebelumnya mengatakan bahwa dia memiliki "perasaan yang sangat buruk" tentang ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tesla Motors elon musk tesla
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top