Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada Pretexting Biar Enggak Kecolongan Data Pribadi!

Kemenkominfo mengingatkan pentingnya mewaspadai pretexting untuk mencegah kecolongan data pribadi.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 19 Juni 2022  |  14:03 WIB
Waspada Pretexting Biar Enggak Kecolongan Data Pribadi!
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA - Di era digital saat ini, ancaman siber selalu berkembang dan berusaha untuk mengeksploitasi sekecil apa pun celah yang ada. Salah satunya adalah pretexting, upaya mengelabui seseorang untuk mendapatkan data pribadi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui akun instagramnya @Kemenkominfo mengatakan bahwa dengan modus pretexting, pelaku akan membuat skenario yang meyakinkan, agar korban mau membagikan data pribadinya.

"Seperti pura-pura jadi pegawai bank, customer service, memberikan hadiah, dan lain-lain," tulis Kemenkominfo dikutip Minggu (19/6/2022).

Namun jangan khawatir, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari pretexting tersebut. Pertama, fokus dan jangan mudah percaya saat ada yang mengatasnamakan pihak tertentu. Kemudian, jangan asal memberikan data pribadi dan catat nomornya, lalu informasikan ke pihak resmi.

Sebagai informasi, data pribadi merupakan segala informasi mengenai identitas individu, mencakup nama lengkap, alamat email, nomor kartu identitas, data lokalisasi, alamat IP, riwayat kesehatan, dan sebagainya.

Mengingat pentingnya data-data tersebut, sudah jadi keharusan bagi masyarakat selaku pemilik informasi untuk melindungi data diri mereka karena berkaitan langsung dengan hak asasi manusia, mulai dari rights to objection, rights related to automated decision, serta hak untuk mengakses, menghapus, membatasi, mengoleksi, mengoreksi, dan mentransfer data pribadi.

Pasalnya, seiring adanya pandemi Covid-19, percepatan transformasi digital di Tanah Air juga bergerak masif. Kondisi ini tentu meningkatkan interaksi masyarakat di dunia digital dan menuntut terciptanya ekosistem digital yang kondusif, aman, terutama menyangkut data pribadi yang bersifat privasi atau rahasia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kominfo kemenkominfo perlindungan data pribadi
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top