Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DTP Optimistis Satelit OneWeb Segera Kantongi Izin Hak Labuh

PT Dwi Tunggal Putra (DTP) optimistis satelit orbit bumi rendah milik OneWeb mendapatkan izin hak labuh.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 13 Juni 2022  |  15:45 WIB
DTP Optimistis Satelit OneWeb Segera Kantongi Izin Hak Labuh
Ilustrasi satelit komunikasi. - Wikimedia Commons

Bisnis.com, JAKARTA - PT Dwi Tunggal Putra (DTP) optimistis satelit orbit bumi rendah atau low earth orbit (LEO) milik OneWeb mendapatkan izin hak labuh (landing rights) dalam waktu dekat dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

Chief Commercial Officer DTP Edi Sugianto mengatakan izin Hak Labuh sampai ini masih dalam proses evaluasi dari Kemenkominfo, namun melihat dari keseluruhan proses pengajuan yang telah dilakukan DTP dan OneWeb.

Edi menilai DTP dan OneWeb telah mematuhi dan memenuhi segala regulasi yang diberlakukan di Indonesia seperti tersedianya SNP/Gateway di Indonesia, control lalu lintas data di Indonesia serta kemitraan distribusi layanan dengan perusahaan nasional seperti DTP.

"Kami yakin akan mendapatkan Hak Labuh dari Kemenkominfo dalam waktu dekat," ujar Edi kepada Bisnis.com, Senin (13/6/2022).

DTP pun tetap menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan portal jaringan satelit akan selesai pada akhir Juli 2022. Namun, melihat kondisi cuaca dan juga terkait dari supply beberapa hardware yang terdampak dari kondisi Global (Perang Rusia-Ukraina) maka DTP memprediksi target penyelesaian dapat mundur satu hingga dua bulan ke belakang.

"Akan tetapi kami tetap optimis bahwa Portal Jaringan Satellite OneWeb tersebut akan dapat kami selesaikan di dalam batas waktu yang sudah ditentukan oleh OneWeb," tutup Edi.

Kendati demikian, proses perizinan Satelit Starlink seakan lebih cepat dibandingkan DTP. Satelit milik Elon Musk tersebut langsung mendapatkan izin Hak Labu Satelit Khusus Non Geostationer kepada PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat).

Menteri Kemenkominfo Johnny G Plate juga mengatakan Starlink baru bisa beroperasi jika gateway station untuk melayani backhaul telah dibangun oleh Telkomsat. Gateway station sepenuhnya investasi dan milik Telkomsat.

"Hak Labuh tersebut juga bersifat eksklusif hanya untuk Telkomsat bagi layanan kebutuhan backhaul Telkom Group. Telkomsat juga hanya telkom group berupa layanan pita backhaul bukan layanan internet, ada banyak jenis layanan satelit " ujar Johnny.

Berbeda dengan DTP, DTP bersama OneWeb sudah memulai pembangunan portal jaringan satelit di Serang, Banten, yang akan menghubungkan konstelasi satelit low earth orbit (LEO) global OneWeb ke jaringan serat optik terrestrial sejak akhir 2021 lalu. Namun hingga saat ini DTP belum mendapatkan izin Hak Labuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kominfo kemenkominfo satelit
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top