Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Tambahan 3 Kabel Rusak, Perbaikan SKKL Merauke-Timika Molor?

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan pemulihan jaringan SKKL Merauke-Timika ini butuh waktu karena berkaitan dengan ketersediaan Kapal DNEX Pacific Link (DPL).
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 27 Mei 2022  |  22:31 WIB
Ilustrasi SKKL yang akan dibangun konsorsium Facebook-Google. - istimewa
Ilustrasi SKKL yang akan dibangun konsorsium Facebook-Google. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Proses perbaikan gangguan SKKL Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) milik Telkom rute Merauke-Timika yang ditargetkan selesai pada 26 Mei 2022 ternyata mengalami sedikit kendala.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Dedy Permadi mengatakan sejauh ini proses perbaikan berjalan dengan baik. Pihak Telkom sudah tiba di titik perbaikan dan sedang melakukan proses perbaikan kabel.

"Namun pada saat pengecekan di lokasi, ditemukan tambahan 3 titik kabel lainnya yang juga memerlukan perbaikan agar akses internet dapat berlangsung dengan optimal. Temuan ini menambah waktu perbaikan yang diperlukan, tetapi sesuai kondisi di lapangan diperkirakan akan selesai pada akhir Mei 2022," kata Dedy, Jumat (27/5/2022).

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan pemulihan jaringan SKKL Merauke-Timika ini butuh waktu karena berkaitan dengan ketersediaan Kapal DNEX Pacific Link (DPL).

Namun saat ini, ujar Johnny, jumlah kapal di Indonesia yang mempunyai kemampuan untuk melakukan penggelaran jaringan fiber optik di laut juga sangat terbatas. Kapal DPL akan memperbaiki jaringan SKKL Merauke-Timika setelah sebelumnya memperbaiki gangguan pada SKKL Jakarta-Surabaya.

Johnny memperkirakan akhir bulan ini perbaikan gangguan SKKL Merauke-Timika akan selesai. Bahkan dia berharap pemulihan bisa selesai pada 26 Mei 2022 sehingga layanan transmisi data dapat berlangsung dengan baik.

"Jaringan tulang punggung telekomunikasi di Indonesia dibangun melalui jaringan kabel serat optik, salah satunya SKKL. Namun demikian, kondisi geografis dan topografi Tanah Air jadi tantangan tersendiri dalam pembangunan serta pemeliharaan jaringan kabel serat optik nasional tersebut," tutur Johnny dalam konferensi pers daring beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet sistem komunikasi kabel laut (skkl)
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top