Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Operator Telekomunikasi Diminta Antisipasi Lonjakan Trafik Data di Sepanjang Jalur Mudik

Pengamat menilai agar pemerintah bersama operator ikut memeriksa kesiapan jaringan data dan internet agar masyarakat tetap merasa nyaman selama libur Lebaran.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 29 April 2022  |  17:20 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) meminta operator telekomunikasi dapat melakukan pengecekan kesiapan jaringan di sepanjang jalur tujuan mudik Lebaran 2022. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan trafik data.

Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional (Mastel) Sigit Puspito Wigati Jarot mengatakan setiap tahun menjelang masa mudik, pemerintah dan operator akan bekerja sama melakukan pengecekan kesiapan jaringan telekomunikasi.

"Tujuan utamanya lebih kepada memberikan rasa kenyamanan kepada masyarakat pengguna, dengan memunculkan rasa keyakinan bahwa sepanjang jalur mudik layanan telekomunikasi bisa dimanfaatkan dengan baik," ujarnya, Jumat (29/4/2022).

Menurut Sigit, secara teknis hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi perubahan atau lonjakan trafik di lokasi-lokasi yang biasanya trafiknya tidak terlalu tinggi seperti di daerah-daerah potensi macet.

Dia mencontohkan, dulu sebelum ada tol Trans Jawa, salah satu yang terkenal sebagai jalur macet adalah daerah Simpang Jomin, Karawang dan Simpang Nusantara.

"Pada kondisi normal trafiknya relatif rendah. Namun begitu terjadi kemacetan selama beberapa jam, trafik bisa melonjak. Jika kemudian jaringan tidak siap, ini bisa meningkatkan ketidaknyamanan pengguna," tutur Sigit.

Lebih lanjut dia menyarankan agar pengecekan jaringan juga dilakukan di lokasi sekitar gerbang tol besar yang berpotensi terjadi kepadatan lalu lintas. Kebutuhan bandwidth di kota-kota tujuan mudik dan tujuan wisata pada masa mudik juga mungkin akan mengalami peningkatan dan perlu untuk diantisipasi.

Perubahan lain yang perlu diantisipasi, sambung Sigit, adalah makin banyaknya pengguna broadband yang menggunakan ponsel bukan hanya untuk telepon dan SMS, tetapi lebih menggunakan berbagai aplikasi broadband yang kecepatan tinggi, dan terhubung terus-menerus seperti berbagai aplikasi 4G bahkan 5G.

"Untuk itu tantangannya bukan saja potensi lonjakan trafik di lokasi tertentu, tetapi lebih pada bagaimana jaringan yang berkualitas bisa tersedia sepanjang jalur mudik seluruhnya. Jika ditemui daerah-daerah lemah sinyal, akan lebih cepat dirasakan mengganggu oleh pengguna," imbuhnya.

Sementara itu, hari ini Jumat (29/4/2022), Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate bersama dengan operator telekomunikasi akan memantau layanan telekomunikasi di jalur mudik untuk mengantisipasi peningkatan lalu lintas data internet selama perjalanan mudik dan Lebaran 2022.

Dia menyebut Kemenkominfo terus melakukan koordinasi dengan penyelenggara telekomunikasi untuk menyiapkan bandwidth yang cukup agar masyarakat dapat menggunakan layanan telekomunikasi dengan baik.

Kemenkominfo bersama operator telekomunikasi, imbuhnya, akan melakukan bandwidth management untuk menghindari gangguan terutama di lokasi dengan penggunaan data internet yang tinggi.

“Sebab pasti data traffic-nya akan sangat tinggi dan Kominfo terus berkoordinasi dengan penyelenggara telekomunikasi. Kita sudah mempersiapkan agar tersedianya bandwidth yang cukup, sehingga nanti tidak sampai kekurangan agar layanan tersedia dengan baik karena ada satu kebiasaan baru sekarang dalam perjalanan mudik, pasti traffic-nya sangat besar,” ucap Johnny.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi Mudik Lebaran mudik jaringan internet operator telekomunikasi arus mudik Johnny Plate
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top