Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pintap Getol Digitalisasi Pasar Tradisional

Pintap Indonesia menghubungkan ekosistem pasar tradisional di Indonesia dengan perusahaan consumer goods untuk digitalisasi.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 13 April 2022  |  20:07 WIB
Suasana aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Minggu (14/6/2020). - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Suasana aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Minggu (14/6/2020). - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA - Pintap merupakan platform digital B2B (business-to-business) yang menghubungkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau ekosistem pasar tradisional di Indonesia dengan perusahaan consumer goods terkemuka.

Head of Communications Pintap Agah Djajadiredja mengatakan perusahaan selalu berupaya untuk mencerahkan dan memberdayakan pelaku pasar tradisional, termasuk di dalamnya warung, grosir, freelance motoris, serta ibu-ibu komunitas atau rumah tangga untuk terhubung dengan perusahaan atau klien dalam satu ekosistem digital yang kolaboratif.

"Kita ketahui bersama bahwa pasar tradisional ini memiliki potensi yang besar untuk menopang perekonomian Indonesia. Hal itu tercermin dari jumlah pelaku pasar tradisional yang cukup besar kurang lebih mencapai dari 3 juta," kata Agah dalam acara media visit virtual bersama Bisnis Indonesia, Rabu (13/4/2022).

Selain itu dia menyebut, sekitar 60-70 persen transaksi ekonomi terjadi di pasar tradisional. Bahkan, hal itu berkontribusi hingga mencapai 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurut Agah, potensi besar inilah yang seharusnya dapat dimanfaatkan ke depan dengan salah satunya melalui digitalisasi pasar tradisional.

"Menyikapi hal ini, Pintap senantiasa berupaya untuk menciptakan infrastruktur untuk memonetisasi berbagai peluang dari hulu atau klien untuk disalurkan ke pelaku ekonomi kecil untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan beragam di Indoensia," ucapnya.

Sementara itu, Head of Sales Pintap Ronald Gani menambahkan bahwa Pintap hadir dengan menyediakan layanan data bagi para klien perusahaan.

Melalui Pintap, lanjutnya, perusahaan berfokus membantu klien menemukan berbagai macam aksi bisnis di pasar tradisional dengan dukungan analisa data dan aksi dari divisi sales atau marketing dari klien tersebut.

Bukan itu saja, Pintap juga membantu sisi klien untuk menemukan direct actions atau aksi langsung ke dalam sistem pasar tradisonal.

"Kami memiliki komunitas-komunitas dari pasar tradisional ini di mana klien bisa melakukan aksi pada komunitas tersebut untuk mendukung pengembangan mereka. Namun perlu saya tegaskan bahwa Pintap bukan hanya platform tapi saluran format digital bagi para pelaku bisnis besar di mana mereka bisa mendukung ekonomi kecil di Indonesia melalui Pintap," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm Pasar Tradisional StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top