Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemadaman Jaringan 3G Terus Dilakukan, Bagaimana Nasib Ponsel Lawas?

Agar tidak merasakan dampak dari suntik mati jaringan 3G, sebuah ponsel harus didukung fitur Voice Over LTE (VoLTE). Dengan ini, suara yang terdengar lebih minim gangguan sehingga lebih jernih dibandingkan analog.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 06 April 2022  |  16:08 WIB
Ilustrasi jaringan internet 3G, 4G, dan 5G - freepik
Ilustrasi jaringan internet 3G, 4G, dan 5G - freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah operator seluler Tanah Air terus mempercepat upaya pemadaman jaringan 3G. Alhasil, perangkat ponsel juga harus menyesuaikan fitur-fiturnya agar pelanggan tetap nyaman dalam berkomunikasi.

Peneliti gawai sekaligus pendiri dari Komunitas Gadtotrade Lucky Sebastian mengatakan teknologi memang terus bergerak maju. Mau tidak mau, teknologi lawas pada suatu titik tertentu harus ditinggalkan.

"Demikian juga seperti 3G. Sekarang ini sudah jarang sekali jika kita membeli ponsel, masih ada ponsel yang kemampuan koneksinya hanya 3G, kebanyakan sudah 4G LTE," kata Lucky, Rabu (6/4/2022).

Menurut dia, proses upgrade atau peningkatan jaringan 3G ke 4G LTE secara perangkat tidak bermasalah. Apalagi, saat ini mayoritas masyarakat sudah menggunakan ponsel pintar (smartphone).

Namun begitu, proses pemadaman jaringan 3G ini mungkin jadi kendala bagi pengguna ponsel-ponsel lama, yang memang tidak didesain untuk menjadi perangkat koneksi data.

"Kalau smartphone 7-8 tahun lalu kemungkinan besar sudah support 4G LTE. Memang ada kalanya teknologi untuk bergerak maju itu perlu turun tangan pemerintah, supaya semakin banyak golongan masyarakat beradaptasi dengannya," ucap Lucky.

Lebih lanjut dia menuturkan, agar tidak merasakan dampak dari suntik mati jaringan 3G, sebuah ponsel harus didukung fitur Voice Over LTE (VoLTE). Dengan ini, suara yang terdengar lebih minim gangguan sehingga lebih jernih dibandingkan analog.

Bukan itu saja, berkomunikasi via VoLTE, sambung Lucky, tidak membuat koneksi data di background ponsel berhenti, seperti yang terjadi saat koneksi dengan 2G atau 3G. Hal itu terjadi lantaran saat voice call dilakukan, koneksi akan turun ke 2G atau 3G, sehingga koneksi data terhenti.

"Misalnya saat kita sedang mengunduh data,

atau meeting online, dan bersamaan harus bertelepon, maka dengan VoLTE keduanya akan berjalan bersamaan baik komunikasi voice dan data yang sedang berjalan. Ini tidak bisa di teknologi 2G atau 3G," terang dia.

Tak berhenti di situ, Lucky menyebut koneksi telepon dengan VoLTE akan lebih cepat tersambung. Pengguna hanya butuh waktu rata-rata 1.5 detik, dibandingkan 2G dan 3G yang dalam kondisi bagus membutuhkan 3.5-5 detik.

Bahkan, ujar dia menambahkan, VoLTE bisa berkolaborasi dengan WiFi untuk mendapat koneksi yang lebih baik di dalam gedung. Kapasitas voice dan data VoLTE juga tiga kali lebih besar dibanding 3G dan enam kali lebih besar dibanding 2G, karena paket data yang dikirimkan VoLTE jauh lebih kecil.

"VoLTE juga lebih hemat baterai dibanding VoIP. Saat ini sudah hampir semua operator memiliki layanan VoLTE, hanya coverage-nya saja masih belum merata. Perangkat lawas yang belum aktif VoLTE-nya bisa diupdate firmware-nya, tetapi ini butuh kemauan vendor. Kalau sudah terlalu lama, biasanya vendor sudah tidak lagi memberikan pembaruan firmware perangkat," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

3g seluler telepon seluler operator seluler jaringan seluler
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top