Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Opera Buat Browser Khusus Kripto, Ini Sederet Fitur Menariknya

Fitur utama Web3 kripto browser ini adalah built-in non-custodial wallet yang akan mendukung blockchain termasuk Ethereum, Bitcoin, Celo, dan Nervos.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 21 Januari 2022  |  16:42 WIB
Opera Browser Kripto - Opera.
Opera Browser Kripto - Opera.

Bisnis.com, JAKARTA – Penelusur web, Opera merilis Web3 Crypto Browser ke dalam versi beta dengan fitur-fitur menarik seperti dompet kripto bawaan (built-in), akses mudah ke bursa kripto dan NFT, serta mendukung aplikasi yang terdesentralisasi.

“Tujuannya dari browser kripto ini adalah untuk menyederhanakan pengalaman pengguna Web3 yang sering membingungkan pengguna mainstream," kata EVP Opera Jorgen Arnensen dalam pernyataan resmi, mengutip Engadget.com pada Jumat (21/1/2022),

Fitur utama Web3 kripto browser ini adalah built-in non-custodial wallet yang akan mendukung blockchain termasuk Ethereum, Bitcoin, Celo, dan Nervos. Opera juga mengumumkan kemitraan dengan Polygon dan lainnya. Idenya adalah memungkinkan pengguna mengakses pasar kripto tanpa memerlukan ekstensi apa pun, bahkan dilengkapi opsi untuk menggunakan dompet pihak ketiga.

Pengguna dapat membeli aset kripto melalui fiat ke crypto on-ramp, menukar kripto langsung di dompet, mengirim dan menerimanya, dan memeriksa saldo dompet. Bahkan browser ini memiliki clipboard aman yang memastikan aplikasi lain tidak mengambil data pengguna.

Fungsi utama lainnya adalah dukungan untuk Web3, alias internet terdesentralisasi berbasis blockchain. Layanan ini merupakan hal baru yang ramai di kalangan penggemar kripto. Selain memberikan keamanan ekstra melalui enkripsi blockchain, layanan ini memungkinkan pengguna untuk mengakses inovasi metaverse seperti GameFi.

"Di mana pengguna dapat memperoleh penghasilan saat bermain melalui segala macam metaverse. Browser ini juga menawarkan Crypto Corner dengan berita blockchain terbaru yang memungkinkan pengguna mengembangkan keterampilan Web3," tulis manajemen Opera.

Saingan Opera, yakni Mozilla baru-baru ini mengumumkan akan menerima aplikasi sumbangan cryptocurrency, tetapi mendapat reaksi keras dari pengguna termasuk salah satu pendiri Jamie Zawinski atas dampak lingkungan dari blockchain.

Demi mengantisipasi reaksi serupa, Opera mengatakan sedang bekerja untuk menerapkan standar Etherium Layer 2 yang lebih hemat energi secepat mungkin.

Perusahaan lain seperti Ubisoft yang terjun ke bisnis blockchain dengan NFT dan penawaran lainnya telah terkena kritik serupa. Namun, Opera setidaknya memberi penggunanya pilihan dengan beberapa opsi browser, karena Opera juga menawarkan browser Opera reguler dan yang didedikasikan untuk para gamer. Crypto Browser sekarang tersedia untuk Android, Windows dan Mac, sementara versi iOS akan segera hadir.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

browser cryptocurrency mata uang kripto metaverse

Sumber : Engadget.com

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top