Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Perusahaan China Bidik Bisnis Data Center di Indonesia

China Telecom diduga bakal masuk ke bisnis data center di Indonesia melalui kerja sama yang dijalin dengan mitra lokal yang bergerak di sektor properti dan real estat. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 20 Oktober 2021  |  11:09 WIB
Ilustrasi data center.
Ilustrasi data center.

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan telekomunikasi Negeri Tirai Bambu, China Telecom, dikabarkan bakal masuk ke bisnis pangkalan data atau data center di Indonesia.  

Sekjen Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (IDPRO) Teddy Sukardi mengatakan merupakan hal wajar bagi pemain pangkalan data asing untuk masuk ke Indonesia karena pasar Indonesia masih luas. 

Berdasarkan informasi yang didengarnya, perusahaan asal China tersebut kemungkinan besar akan menjadi perusahaan pangkalan data asing selanjutnya yang bakal masuk ke Indonesia.

China Telecom mengikuti jejak Amazon yang telah lebih dahulu masuk ke Indonesia. Pada November 2020, Amazon dikabarkan tengah membangun pangkalan data di Indonesia dengan nilai investasi mencapai Rp40 triliun.

“[Rencana China Telecom masuk ke Indonesia] Kemungkinan besar itu terjadi. Belum ada detailnya tentang itu,” kata Teddy, Selasa (20/10). 

Teddy menduga China Telecom masuk ke Indonesia melalui kerja sama yang dijalin dengan mitra lokal. 

Sebagai pemain pangkalan data terbesar di China -dengan jumlah lemari mencapai 430.000 lemari- pengalaman dan teknologi pangkalan data yang dimiliki China Telecom mumpuni. 

Teknologi dan pengalaman tersebutlah, menurut Teddy, yang nantinya akan masuk ke Indonesia dan dikerjasamakan dengan mitra lokal. Perkiraan Teddy, mitra lokal tersebut bergerak di sektor properti dan real estat. 

“Sebut saja satu perusahaan real estate, dia ingin membangun data center, maka harus cari mitra yang pengalaman dan punya teknologi, di sana dia [China Telecom] masuk,” kata Teddy. 

Tidak hanya membawa pengalaman dan teknologi, kata Teddy, China Telecom juga berpeluang membawa permodalan untuk pembangunan pangkalan data nanti.

Sekadar informasi, sejumlah pemain properti saat ini tengah mengkaji untuk terlibat dalam pembangunan pusat data.  

PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) menyatakan ingin  masuk ke bisnis pangkalan data, dengan mengkonversi aset Gedung perkantoran yang dimilikinya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. 

Hingga saat ini, REAL aktif melakukan pembicaraan dengan beberapa mitra strategis di beberapa lokasi lain diantaranya di Cikarang dan Tangerang. 

REAL juga membangun komunikasi dengan salah satu Perusahaan Data Center terbesar di Indonesia yaitu PT DCI Indonesia Tbk (DCII). 

“Kami ingin bersinergi kedepan dengan berbagai pihak dalam rangka ekspansi ke bisnis properti digital ini,” kata Aulia Firdaus, President Director PT Repower Asia Indonesia Tbk.

Selain itu REAL, PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) juga berencana masuk ke bisnis pangkalan data. Selain itu juga ada grup Djarum yang ikut berkompetisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china telekomunikasi data center
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top