Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Schneider, PUPR, dan PDAM Bermitra dalam Pengelolaan Smart Water

Kontribusi terbesar inefisiensi di sektor air adalah konsumsi listrik dan pemborosan air akibat kebocoran pipa yang tidak terdeteksi.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 24 Agustus 2021  |  22:13 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Schneider Electric, Kementerian PUPR, dan PDAM menjadi mitra strategis menuju pengelolaan smart water dalam mengembangkan solusi terintegrasi, berbagi pengetahuan serta pengalaman global untuk diterapkan di Indonesia.

Hingga saat ini, Schneider Electric telah ikut terlibat dalam berbagai proyek pengembangan dan revitalisasi sistem pengelolaan air di Indonesia antara lain di PDAM Surya Sembada Surabaya, proyek SPAM Semarang Barat, Palyja, Traya Tirta, dan Moya Indonesia.

Dalam acara bincang media Schneider Electric bertema “Roadmap Indonesia Menuju Smart Water Management”, Selasa (24/8/2021), Schneider Electric menekankan bahwa digitalisasi yang disertai dengan pemanfaatan energi bersih merupakan satu-satunya cara yang dapat menjawab tantangan sektor air minum dalam meningkatkan ketahanan operasional, menurunkan emisi karbon dan menjaga keberlanjutan ketersediaan air bersih.

"Kontribusi terbesar inefisiensi di sektor air adalah konsumsi listrik dan pemborosan air akibat kebocoran pipa yang tidak terdeteksi. Sekitar empat persen konsumsi listrik secara global berasal dari sektor air. Dan sekitar 25-35 persen air hilang pada saat operasi pemompaan dan distribusi di dalam pipa – sebelum akhirnya sampai di tempat konsumen,” ungkap Hedi Santoso, Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia & Timor Leste.

Dades Prinandes, Kasubdit Perencanaan Teknis Direktorat Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR mengatakan, “Saat ini hampir sebagian besar kota di Indonesia menghadapi tiga krisis defisiensi, yaitu infrastruktur yang sudah tua dan kinerja yang memburuk, sumber air yang terbatas, serta kapasitas sumber daya manusia yang terbatas. Hal ini yang menyebabkan seringkali pengelolaan operasional difokuskan pada masalah yang paling kritis dan mengabaikan operasional dan pemeliharaan yang dapat berdampak di jangka panjang. Kehilangan air yang semakin besar, kehilangan finansial, resiko kesehatan dan kepuasan konsumen."

Roadmap Smart Grid Water Management yang dicanangkan pada RPJMN 2020-2024 memfokuskan pada tiga aspek yaitu Integrated Smart Water Management, Integrated Water Resource Management, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Harapannya dengan digitalisasi sektor air minum ini dapat mendukung pencapaian target 100 persen hunian akses air minum layak termasuk 15 persen akses aman pada 2024.

Sementara itu Nanang Widyatmoko, Manajer Kelola Sistem Informasi dan Aset Properti PDAM Surya Sembada Kota Surabaya menceritakan perjalanan digitalisasi PDAM Surya Sembada yang telah dimulai sejak tahun 2000 dan dampak yang dirasakan.

“PDAM Surya Sembada saat ini telah menerapkan pemanfaatan sejumlah teknologi digital antara lain manajement aset digital, pelaporan operasional Instalasi Pengelolaan Air Minum (IPAM) dan Rumah Pompa Distribusi (RPD) berbasis digital, serta pelaporan tekanan air berbasis digital."

Dalam menunjang digitalisasi, PDAM Surya Sembada juga telah membangun Data Center sebagai pusat penyimpanan data digital serta Service and Operation Command Centre (SOCC) sebagai pusat monitoring dan kontrol kegiatan operasional dan layanan.

Melalui pemanfaatan teknologi digital ini, PDAM Surya Sembada dapat meningkatkan Availability dan Reliability IPAM dan RPD lebih dari 99 perden, Specific Energy Consumption (SEC) dibawah 0,3 kWh/m3, dan tingkat kehilangan air 27 persen dengan 24 persen pelanggan bertekanan minimal 0,7 bar.

"PDAM Surya Sembada memiliki target jangka panjang untuk mencapai tingkat kehilangan air 20 perden dengan 100 persen pelanggan bertekanan minimal 0,7 bar dan mengurangi biaya listrik sebesar 30 persen. Kami berharap mendapat dukungan dari banyak pihak untuk merealisasikannya, salah satunya dari Schneider Electric.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdam schneider electric Kementerian PUPR
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top